PGI Minta Polisi Adil Tangani Kasus Penistaan Agama

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • MUI dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengecam isi video tersebut. Menurut dia, pernyataaan Muhammad Kece merupakan penghinaan. Saat ini pun Mabes Polri tengah mengusut menangani laporan terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Muhammad Kece. YouTube

    MUI dan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengecam isi video tersebut. Menurut dia, pernyataaan Muhammad Kece merupakan penghinaan. Saat ini pun Mabes Polri tengah mengusut menangani laporan terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Muhammad Kece. YouTube

    TEMPO.CO, Jakarta - Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengatakan keberagaman identitas keagamaan sedang diuji akhir-akhir ini dengan bermunculannya pelaku penistaan agama. PGI pun meminta aparat kepolisian bersikap adil terhadap siapapun yang melakukan penistaan agama.

    “Pihak kepolisian dan/atau penegak hukum hendaknya bersikap adil, tidak memihak pada kelompok tertentu saja dalam hal penistaan agama,” kata PGI dalam keterangan tertulisnya seperti dikutip oleh Tempo, Kamis, 26 Agustus 2021.

    Penistaan agama, kata PGI, telah menimbulkan adu mulut dan reaksi saling balas di tengah masyarakat yang dapat mengganggu kehidupan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. “Kami melihat bahwa reaksi penghinaan terhadap identitas agama dimaksud, disulut karena penghinaan oleh beberapa individu yang berpengaruh luas di masyarakat,” kata Philip Situmorang, Humas PGI dalam siaran persnya

    Jika ada pelaku penistaan agama yang dibiarkan, menurut PGI, akan membuat individu lain merasa diperlakukan tidak adil dan merasa berhak membalas dendam. “Beberapa warga gereja telah ditangkap dan diadili karena dianggap telah menista agama tertentu, namun demikian perlakuan yang sama tidak didapatkan oleh mereka yang terlebih dahulu menghina kekristenan dan agama lainnya,” katanya.

    PGI menyerukan agar semua pihak bersikap bijaksana ketika menyampaikan pandangan terhadap agama atau keyakinan lain di ruang publik. Mereka menilai lebih baik warga bangsa mengedepankan “titik temu” atas perbedaan yang dimiliki daripada “titik tengkar” yang hanya membawa kemunduran dan perpecahan.

    Pihak gereja meminta pula agar sikap saling balas menghina agama segera diakhiri dengan sikap dewasa, sikap tegas dan adil oleh penegak hukum, serta upaya para tokoh dalam menghargai perbedaan ajaran, pandangan dan tradisi agama. “Sehingga dapat terjalin kehidupan yang damai dan harmonis antar umat beragama khususnya di Indonesia,” kata PGI.

     

    NAUFAL RIDHWAN ALY

    Baca juga:

    Polri: Penangkapan Yahya Waloni Berdasarkan Laporan Masyarakat pada April 2021


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.