Bupati Jember Benarkan Terima Honor dari Pemakaman Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pemakaman Covid-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat, 9 Juli 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Suasana pemakaman Covid-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat, 9 Juli 2021. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Bupati Jember Hendy Siswanto dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember dikabarkan menerima honor sebagai tim pemakaman jenazah pasien Covid-19. Pejabat Pemkab yang disebutkan menerima selain bupati ialah sekretaris daerah, pelaksana tugas Kepala BPBD hingga Kepala Bidang Kedaruratan Logistik BPBD. 

    Nilai honor yang diterima masing-masing pejabat tersebut sebesar Rp70 juta lebih dari total 705 kali pemakaman atau jumlah warga Jember yang meninggal akibat Covid-19. Hal itu berdasarkan kode rekening 5.1.0204.01.0003 pada Juni 2021, sehingga total anggaran yang dikeluarkan untuk empat pejabat tersebut mencapai Rp282 juta.

    "Kami menyayangkan honor pemakaman yang diberikan kepada pejabat Pemkab Jember," kata anggota Pansus Covid-19 Hadi Supaat di Jember, Jumat, 27 Agustus 2021. Menurut dia, para pejabat tidak etis menerima honor di tengah penderitaan masyarakat. Apalagi honor tersebut dari kegiatan pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal di Kabupaten Jember.

    "Kami tidak pernah mendapatkan data surat keputusan (SK) terkait struktur petugas pemakaman Covid-19. Namun memang benar ada honor untuk petugas relawan yang membantu pemakaman Covid-19," ujar Hadi. 

    Sementara Bupati Jember Hendy Siswanto saat dikonfirmasi wartawan membenarkan ihwal penerimaan honor tersebut sesuai dengan aturan yang ada. "Memang benar saya menerima honor sebagai pengarah tim pemakaman, karena pada regulasi yang ada. Ada pengarah, tim, ketua, dan anggota terkait monitoring dan evaluasi," tutur Hendy.

    Menurut dia, setiap ada pasien Covid-19 yang meninggal honornya sebesar Rp100 ribu. Namun honor tersebut tidak dipakai untuk kepentingannya sendiri. "Saya memang menerima dan terus terang itu sesuai regulasi yang ada. Honor itu saya berikan kepada keluarga pasien Covid-19 yang meninggal," kata Bupati Jember.

    Ia menjelaskan Pemkab tidak mengharapkan ada warga yang meninggal akibat Covid-19 dan honor tersebut sebagai konsekuensi bupati yang menjadi pengarah dalam pengawasan kegiatan pemakaman Covid-19. "Pada bulan Juni-Juli 2021 tercatat pemakaman warga yang meninggal akibat Covid-19 cukup tinggi, sehingga honor kegiatan pemakaman terlihat banyak," ujar Bupati Jember Hendy Siswanto.

    Baca juga: Bupati Jember Beli SUV Maung Pindad Versi Sipil


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.