Polri Tangkap Yahya Waloni dalam Kasus Dugaan Ujaran Kebencian

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono saat menggelar konferensi pers harian di Gedung Divisi Humas, Jakarta Selatan pada Selasa, 26 Januari 2021 (Tempo/Andita Rahma)

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono saat menggelar konferensi pers harian di Gedung Divisi Humas, Jakarta Selatan pada Selasa, 26 Januari 2021 (Tempo/Andita Rahma)

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri menangkap Muhammad Yahya Waloni atas dugaan ujaran kebencian. 

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan, tim penyidik telah mendapatkan alat bukti yang cukup untuk menjerat Yahya Waloni sebagai tersangka.

    "Yang bersangkutan ditangkap dan sudah ditetapkan sebagai tersangka, serta ditahan," ujar Rusdi saat dikonfirmasi pada Kamis, 26 Agustus 2021. Kendati demikian ia belum menjelaskan secara rinci ihwal kasus tersebut

    Yahya kini sudah menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Gedung Bareskrim Mabes Polri. "Masih diperiksa ya," kata Rusdi.

    Yahya Waloni sebelumnya dilaporkan komunitas Masyarakat Cinta Pluralisme ke Bareskrim. Dalam salah satu ceramahnya dia menyebut injil itu palsu.

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.