Menkes Optimistis Peringkat Indonesia Naik soal Pemberian Vaksin Covid-19

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperlihatkan vaksin COVID-19 Astrazeneca saat vaksinasi kepada kyai Nahdlatul Ulama (NU) di Kantor PWNU Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Selasa 23 Maret 2021. Vaksinasi Astrazeneca terhadap 100 kyai muda NU tersebut sebagai bentuk upaya untuk menangani pandemi COVID-19 sekaligus sosialisasi kepada masyarakat bahwa vaksin Astrazeneca aman dan halal. ANTARA FOTO/Moch Asim

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperlihatkan vaksin COVID-19 Astrazeneca saat vaksinasi kepada kyai Nahdlatul Ulama (NU) di Kantor PWNU Jatim di Surabaya, Jawa Timur, Selasa 23 Maret 2021. Vaksinasi Astrazeneca terhadap 100 kyai muda NU tersebut sebagai bentuk upaya untuk menangani pandemi COVID-19 sekaligus sosialisasi kepada masyarakat bahwa vaksin Astrazeneca aman dan halal. ANTARA FOTO/Moch Asim

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin optimistis Indonesia bisa menembus posisi 7 besar negara dengan suntikan dosis vaksin Covid-19 terbesar di dunia pada akhir Agustus 2021. Saat ini, Indonesia tercatat masih ada di peringkat 9 dunia.

    "Turki sama Inggris bisa kita susul bulan ini karena kita sudah 91 juta hari ini. Udah di atas Turki. Dugaan kita akhir bulan ini kita sudah bisa masuk 7 besar yang suntikannya di atas 100 juta. Saat ini baru 5 negara," kata Budi.

    Dari data hingga kemarin, jumlah total suntikan yang sudah diberikan terbesar berasal dari Cina dengan 1,94 miliar dosis. Disusul setelahnya India 576,37 juta, Amerika Serikat dengan 361,68 juta, Brasil 173,65 juta, Jepang 115,74 juta, Jerman 99,34 juta, Inggris 89,07 juta, Turki 88,44 juta, Indonesia 88,2 juta, dan Prancis 82,92 juta.

    Sedangkan untuk accessibility of vaksin atau untuk suntik lengkap dan sebagian, Indonesia ada di peringkat 6 dunia. Cina ada di urutan pertama meski tak ada data pasti yang diberikan pemerintah setempat.

    India ada di peringkat kedua dengan total 448 juta dosis. Disusul setelahnya adalah Amerika Serikat dengan total 200 juta, Brasil 124,7 juta, Jepang 65,21 juta, Indonesia 56,9 juta, Meksiko 56,1 juta, Jerman 53,17 juta, dan Inggris 47,57 juta.

    "Posisi kita not bad, secara dunia juga baik. Tapi tetap perlu kerja keras karena jumlah penduduk kita juga banyak," kata Budi Gunadi Sadikin.

    Saat ini, pemerintah terus mengejar kedatangan vaksin Covid-19. Pada Agustus ini, pemerintah menargetkan akan ada 67,6 juta vaksin dari berbagai sumber. Antara lain 19,8 juta dosis dari BioFarma, 25 juta CoronaVac, 15,9 juta dosis COVAX, 2,2 juga AstraZeneca bilateral, 1,5 juta Pfizer bilateral, 2,5 juta vaksin hibah bilateral, dan 0,5 vaksin Sinovac.

    Pada September 2021, jumlah vaksin yang datang bahkan lebih banyak lagi, yakni 80,7 juta dari berbagai sumber. Vaksin tersebut diharapkan cukup untuk digunakan mendorong laju vaksinasi 2 juta dosis per hari.

    "Kami berharap ketersediaan ini bisa dimanfaatkan segera oleh pemerintah daerah. Jadi Pemda jangan menahan stok vaksin Covid-19 dan menyegerakan pemanfaatan vaksin yang ada. Karena kami akan terus kirimkan vaksin yang ada ke daerah," ujar Plt Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Ade Anaya.

    Baca juga: 3 Tantangan Pengembangan Vaksin Merah Putih: Host, Virus, Vaksin


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.