Covid-19 Belum Reda, Ridwan Kamil: Jangan Longgarkan Protokol Kesehatan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menjadi pembicara kunci pada Rakor Kecamatan se-Jawa Barat yang dilakukan secara virtual dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (19/8/2021). (Foto: Rizal/Biro Adpim Jabar)

    Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menjadi pembicara kunci pada Rakor Kecamatan se-Jawa Barat yang dilakukan secara virtual dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (19/8/2021). (Foto: Rizal/Biro Adpim Jabar)

    TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, masyarakat diminta tetap waspada kendati sejumlah indikator menunjukkan penyebaran kasus Covid-19 mengalami penurunan yang signifikan. “Jangan dulu buka tutup prokes (protokol kesehatan) itu sebelum pandemi dinyatakan hilang dan berubah menjadi endemik,” kata dia, Senin, 23 Agustus 2021.

    Ridwan Kamil mengatakan, yang terjadi di Amerika saat ini menjadi pelajaran. “Amerika Serikat sempat melonggarkan buka masker, bikin sirik semua orang. Sekarang kasus tertinggi ada di Amerika Serikat, ada 200 ribu orang per hari. Mereka bikin kebijakan lagi pakai masker,” kata dia.

    Ridwan Kamil mengatakan, pelonggaran sudah dilakukan di sejumlah sektor perekonomian mengikuti meredanya kasus Covid-19. “Dan kita melihat ada kelonggaran-kelonggaran ekonomi. Mall sudah boleh 50 persen (kapasitas pengunjungnya), pusat perbelanjaan juga sudah boleh buka, restoran sudah 25 persen,” kata dia.

    Ridwan Kamil mengatakan, kendati ada pelonggaran semua diminta tetap menjalankan disiplin protokol kesehatan. “Tidak boleh lengah. Kuncinya tetap harus 5M,”  kata dia.

    Tingkat keterisian (BOR) rumah sakit terus turun. Tidak ada lagi zona risiko tinggi penyebaran Covid-19 di Jawa Barat.

    “Jawa Barat masih mempertahankan sebagai provinsi besar yang tidak ada lagi risiko tinggi, semua sudah di risiko sedang 100 persen. Kedua, hari ini rekor terendah angka keterisian rumah sakit ada di 22 persen, terendah selama PPKM dan selam penanganan pandemi dari puncaknya 91 persen,” kata Ridwan Kamil.

    Ridwan Kamil mengatakan, pemerintah Jawa Barat masih menggenjot kecepatan vaksinasi memanfaatkan penurunan kasus yang terjadi saat ini. “Jawa Barat per hari ini sudah lewat 200 ribu dosis per hari, tertinggi se-Indonesia. Harapan kami kita bisa naik minimal 500 ribu per hari supaya Desember selesai sesuai arahan Presiden, dengan catatan suplai vaksinnya harus banyak dan memadai,” kata dia.

    Ridwan Kamil meminta pemerintah proporsional dalam mengirimkan vaksin ke daerah. “Per hari ini kami hanya diberi 13 juta dosis total, DKI 15 juta dosis. Padahal penduduk Jawa Barat itu 50 juta, 5 kalinya DKI misalkan. Jadi hal-hal seperti ini yang kami sampaikan. Kami tidak minta macam-macam hanya minta keadilan secara proporsional karena penduduknya banyak tolong vaksinasinyadikasihnya banyak,” kata dia.

    Kendati satu saat vaksinasi sukses mencapai target, protokol kesehatan dimintanya jangan kendor. “Walaupun darurat lewat, vaksinasinya sukses, tetap waspada. Jaga ketahanan nasional kita melalui prokes 5M, khususnya memakai masker,” kata Ridwan Kamil.

    AHMAD FIKRI

    Baca: Jelang Pengumuman Kelanjutan PPKM Hari Ini, Kasus Covid-19 Turun di Bawah 10.000


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.