23 Agustus, Kilas Balik Deklarasi Partai Amanat Nasional atau PAN 23 Tahun Lalu

Reporter

Sejumlah pendukung kandidat ketua umum Hatta Rajasa dalam kongres Partai Amanat Nasional (PAN) III, di Batam (9/1). Kongres akan memilih ketua umum partai , yang diikuti dua kandidat Hatta Rajasa dan Dradjad Wibawa. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah gerakan Reformasi 1998, Parta Amanat Nasional (PAN) hadir dan Amien Rais beserta rekan-rekannya yang tergabung dalam Majelis Amanat Rakyat (MARA), merasa perlu meneruskan cita-cita reformasi dengan mendirikan partai politik baru.

Tidak bisa dipungkiri, MARA merupakan organisasi gerakan reformasi pada era pemerintahan Soeharto, bersama dengan PPSK Yogyakarta, tokoh-tokoh Muhamadiyah, dan Kelompok Tebet. Menukil pan.or.id, Setelah berhasil menjatuhkan rezim Orde Baru, Amien Rais (ketua umum Muhammadiyah saat itu) berkeinginan untuk kembali ke Muhammadiyah.

Namun, Amien Rais juga merasa terpanggil melanjutkan perjuangan setelah turut meruntuhkan rezim orde baru untuk kembali membangun Indonesia. Tujuannya tersebut membawanya mendirikan partai politik baru yang kemudian diberi nama (PAN).

Dinamika perpolitikan di tubuh Muhammadiyah membuat mereka mengadakan Sidang Tanwir di Semarang pada 5-7 Juli 1998. Hasil dari sidang tersebut menyatakan Muhammadiyah tetap tidak akan berpolitik praktis sesuai dengan keputusan Muktamar 1971 di Makassar. Namun, Muhammadiyah membebaskan para anggotanya untuk berpartisipasi atau memilih saat perhelatan politik di Indonesia.

Dengan terbentuknya PAN pulalah menjadi wadah aspirasi bagi warga Muhammadiyah, bahkan partai ini juga terbuka untuk semua kalangan.

Sebelum menamai partai ini dengan sebutan PAN, pertemuan yang dilakukan pada tanggal 5-6 Agustus 1998 di Bogor, partai ini diberi nama Partai Amanat Bangsa (PAB). PAN yang lahir di penghujung masa orde baru mengusung semangat Indonesia baru untuk menggantikan nuansa pemerintahan yang otoriter.

Masih dari kanal resmi PAN, partai ini dideklarasikan pada 23 Agustus 1998 di Istora Senayan Jakarta, pendeklarasian partai ini dihadiri oleh ribuan massa. Pengesahan pendirian PAN sendiri berdasarkan pengesahan Depkeh HAM No. M-20.UM.06.08 tanggal 27 Agustus 2003.

Partai ini memiliki azas “Ahlak Politik Berlandaskan Agama yang Membawa Rahmat bagi Sekalian Alam”.

Dalam perpolitikan di Indonesia, Partai Amanat Nasional atau PAN pernah melontarkan gagasan wacana dialog bentuk negara federasi sebagai jawaban atas ancaman disintegrasi. Titik sentral dialog adalah keadilan dalam mengelola sumber daya sehingga rakyat seluruh Indonesia dapat benar-benar merasakan sebagai warga bangsa.

GERIN RIO PRANATA 

Baca: PAN Tegur Kadernya yang Usul RS Covid-19 Khusus Pejabat






Mengenang Sudharmono, Seorang Wakil Presiden Era Orde Baru Pernah Pimpin Partai Golkar

1 hari lalu

Mengenang Sudharmono, Seorang Wakil Presiden Era Orde Baru Pernah Pimpin Partai Golkar

Sudharmono atau akrab disapa Pak Dhar, pernah menjabat Wakil Presiden RI ke-5, dan aktif berkarier sebagai politikus dan seorang militer.


Beda Visi, Duta Besar Israel untuk Kanada Mengundurkan Diri

3 hari lalu

Beda Visi, Duta Besar Israel untuk Kanada Mengundurkan Diri

Duta Besar Israel untuk Kanada mengundurkan diri sebagai bentuk protes pada sejumlah kebijakan Pemerintah Israel yang baru.


Kisah Emha Ainun Nadjib Dirikan Jemaah Maiyah dan Kiai Kanjeng, Ini Konsep Cak Nun

5 hari lalu

Kisah Emha Ainun Nadjib Dirikan Jemaah Maiyah dan Kiai Kanjeng, Ini Konsep Cak Nun

Begini profil jemaah Maiyah yang diinisiasi Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun. Begitu pula Kiai Kanjeng. Simak konsep dan proses pendiriannya.


Tolak Sistem Proporsional Tertutup, PKS: Jika Perlu, Kita Bersama-sama Menghadap Presiden

7 hari lalu

Tolak Sistem Proporsional Tertutup, PKS: Jika Perlu, Kita Bersama-sama Menghadap Presiden

PKS menyatakan mereka siap ikut menghadap Presiden Jokowi untuk melakukan penolakan terhadap sistem proporsional tertutup.


Lebanon Kurcurkan Dana Rp 1,7 Triliun untuk Perbaiki Listrik

9 hari lalu

Lebanon Kurcurkan Dana Rp 1,7 Triliun untuk Perbaiki Listrik

Parlemen Lebanon menyetujui anggaran Rp 1,7 triliun untuk memperbaiki jaringan listrik negara


Zulhas Ajak Erick Thohir Hadiri Perayaan HUT ke-273 Kabupaten Langkat

10 hari lalu

Zulhas Ajak Erick Thohir Hadiri Perayaan HUT ke-273 Kabupaten Langkat

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengajak Erick Thohir menghadiri perayaan HUT ke-273 Kabupaten Langkat. Nama Erick di bursa cawapres menguat.


Mahfud Md: Belajar dari Orde Baru, Otoritarianisme Tumbuh Saat Bangun Stabilitas Politik

10 hari lalu

Mahfud Md: Belajar dari Orde Baru, Otoritarianisme Tumbuh Saat Bangun Stabilitas Politik

Mahfud Md meminta kepala daerah belajar dari pengalaman Orde Baru yang membangun stabilitas politik tapi tumbuh otoritarianisme dan KKN.


Denny Indrayana Sebut Sistem Proporsional Tertutup Hanya Strategi Partai Untuk Menangkan Pemilu 2024

10 hari lalu

Denny Indrayana Sebut Sistem Proporsional Tertutup Hanya Strategi Partai Untuk Menangkan Pemilu 2024

Denny Indrayana menilai sistem proporsional tertutup hanya strategi partai pengusung untuk memenangkan Pemilu 2024.


Sidang Uji Materi Sistem Proporsional Terbuka Ditunda, DPR MInta DIlakukan Secara Luring

11 hari lalu

Sidang Uji Materi Sistem Proporsional Terbuka Ditunda, DPR MInta DIlakukan Secara Luring

Mahkamah Konstitusi menunda sidang uji materi sistem proporsional terbuka setelah mendapatkan surat dari DPR.


Balas Bambang Pacul, Waketum Golkar Nurul Arifin: Penolakan Sistem Proporsional Tertutup Bukan Hore-Hore

13 hari lalu

Balas Bambang Pacul, Waketum Golkar Nurul Arifin: Penolakan Sistem Proporsional Tertutup Bukan Hore-Hore

Waketum Golkar Nurul Arifin menyatakan mereka seris menolak sistem proporsional tertutup, bukan sekedar hore-hore seperti tudingan Bambang Pacul.