Tarif PCR Turun, Ganjar Bilang Kapasitas Testing di Jawa Tengah Meningkat

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

    TEMPO.CO, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan kapasitas testing di wilayahnya meningkat setelah pemerintah menurunkan tarif tes polymerase chain reaction atau PCR. Namun, dia tak merinci berapa presentase peningkatan testing tersebut.
     
    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengeluarkan kebijakan tarif tes PCR turun menjadi Rp 400 sampai 500 ribu. Jokowi juga meminta hasil PCR keluar dalam waktu 1x24 jam setelah sampel diambil. 
     
    Namun, menurut dia testing merupakan tanggung jawab pemerintah sehingga semestinya tak terpengaruhi masalah harga. "Selain itu, testing sebenarnya tidak harus menggunakan PCR," kata Ganjar, kemarin.
     
    Ganjar menyebut, PCR bukan satu-satunya metode testing untuk melihat sebaran kasus positif Covid-19. Di samping PCR pemerintah juga menggunakan rapid test antigen. "Kalau dia reaktif bisa diteruskan ke PCR, kalau negatif itu sebenarnya cukup," tuturnya.
     
    Meski telah menurunkan tarif PCR, Ganjar berharap pemerintah pusat menghitung ulang besaran harga tersebut. Sehingga didapat harga paling murah. "Jangan-jangan ada harga yang jauh lebih baik dan bagus, bisa lebih murah," sebut Ganjar.
     
    JAMAL A. NASHR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.