Survei IPO Tunjukkan Pemasangan Baliho Tidak Efektif Kerek Elektabilitas

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Baliho yang memperlihatkan Puan Maharani dan Airlangga Hartarto dalam posisi berseberangan dan dituduh mencuri start Pemilu 2024. Foto: Twitter.

    Baliho yang memperlihatkan Puan Maharani dan Airlangga Hartarto dalam posisi berseberangan dan dituduh mencuri start Pemilu 2024. Foto: Twitter.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia Syah menilai pemasangan baliho oleh para politikus di tengah pandemi Covid-19 gagal mengerek elektabilitas. Kesimpulan itu didapat dari hasil survei yang dilakukan lembaganya belakangan ini.

    “Ini bisa jadi menandakan pemasangan baliho belum efektif atau belum dikenali publik sebagai upaya mempromosikan diri,” kata Dedi dalam diskusi “Pandemi dan Konstelasi Politik 2024, Sabtu, 14 Agustus 2021.

    Dedi membandingkan tingkat elektabilitas politikus dan pejabat yang rajin memasang baliho dengan yang tidak. Dia mengatakan Menteri BUMN Erick Thohir mengalami peningkatan elektabilitas dari 0,2 persen pada April lalu menjadi 4,7 persen berdasarkan hasil survei IPO terbaru. Erick masuk kategori pejabat yang tidak mempromosikan diri lewat baliho.

    “Dia melakukan program populis, tanpa harus pasang baliho, tapi mempunyai elektabilitas yang progresif,” kata dia.

    Nama lain yang dia soroti adalah Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Dia mengatakan Zulkifli sebelumnya hanya memiliki elektabilitas tak lebih dari nol koma persen, namun baru-baru ini merangsek masuk ke 10 besar dengan 1,9 persen. Dia mengatakan hasil yang tidak terlalu menggembirakan diterima oleh Puan Maharani yang belakangan ini balihonya tersebar di mana-mana. Elektabilitas Puan masih kalah dari Zulkifli.

    “Kami membandingkan Zulhas bukan dengan kalangan yang dominan, tapi sama-sama ketua umum yang punya usaha melakukan promosi terbuka, faktanya Zulhas ada di atas Puan Maharani,” kata dia.

    Menurut Dedi hasil survei itu menandakan bahwa pemasangan baliho di tempat umum tidak lagi efektif mengerek keterpilihan politikus. Dia menengarai hasil itu menandai perubahan tren publik yang lebih memperhatikan aktivitas politikus yang berdampak langsung ke masyarakat, bukan sekedar promosi. “Mungkin ada perubahan tren publik yang lebih memperhatikan aktivitas-aktivitas yang berdampak langsung ke publik,” kata dia.

    Baca: Survei: Banyak Pasang Baliho, Elektabilitas Puan Maharani - Airlangga 1 Persen


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.