Joe Biden Sebut Jakarta akan Tenggelam, Megawati Minta Jokowi Cari Solusi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sejumlah kendaraan melintasi banjir yang menggenangi kawasan Bundaran Bank Indonesia di Jakarta Pusat, Selasa, 25 Februari 2020. ANTARA

    Suasana sejumlah kendaraan melintasi banjir yang menggenangi kawasan Bundaran Bank Indonesia di Jakarta Pusat, Selasa, 25 Februari 2020. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan sudah meminta Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk merespons serius pernyataan Presiden Amerika Serika Joe Biden.

    Sebelumnya, Joe Biden memprediksi Jakarta akan tenggelam dalam sepuluh tahun. Ia mengatakan, banyak orang ribut ketika orang nomor satu Negeri Abang Sam itu menyampaikan perkiraan itu. "Ini peringatan yang baik untuk Indonesia," kata Mega, Rabu, 4 Agustus 2021.

    Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengungkap prediksi bahwa DKI Jakarta bakal tenggelam dalam 10 tahun ke depan. Hal itu disampaikannya dalam pidato tentang perubahan iklim di Kantor Direktur Intelijen Nasional AS, Selasa, 27 Juli 2021.

    Dalam pidatonya, Biden mengingatkan tentang perubahan iklim dan pemanasan global yang bisa mengubah doktrin strategi nasional. Dia mengatakan dampak pemanasan global bisa mencairkan es di kutub dan menaikkan permukaan air laut. Selain itu dia menyebut prediksi tenggelamnya ibu kota Indonesia, Jakarta.

    "Apa yang terjadi di Indonesia jika proyeksinya benar bahwa, dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena mereka akan berada di bawah air?" kata Biden dalam pidatonya sebagaimana dipublikasikan whitehouse.gov, Jumat.

    Mega mengatakan telah mendiskusikan hal itu dengan Presiden Jokowi dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Ia mengingatkan bahwa peringatan itu harus direspons dengan bergegas mencari solusi.

    Mega mengimbuhkan, dia gencar berbicara ihwal mitigasi bencana kendati sudah bukan merupakan pemimpin dan penanggung jawab di republik ini. Menurut Mega, ini merupakan tanggung jawabnya sebagai warga negara Indonesia.

    "Makanya saya bilang kok lama-lama saya kayak jadi konsultan ya. Saya guyon sama Pak Hasto (Sekjen PDIP), aku ki kok jadi konsultan, tapi enggak dibayar lho, To. Hanya untuk apa, menggembirakan diri sendiri. Karena apa, ini kewajiban saya sebagai warga bangsa Indonesia, saya enggak mau negaraku kelelep," kata Megawati.

    Baca juga: Biden Sebut Jakarta akan Tenggelam, Ahli: 95 Persen di Utara Terendam Pada 2050


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.