Wajib Tahu, Cara Membedakan Surat Hasil Antigen Asli dan Palsu

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas KKP Kelas I Denpasar memeriksa surat rapid test antigen milik warga yang baru tiba di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, Senin, 21 Desember 2020. ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

    Petugas KKP Kelas I Denpasar memeriksa surat rapid test antigen milik warga yang baru tiba di Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, Senin, 21 Desember 2020. ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Berlakunya aturan untuk menujukkan surat hasil swab antigen negatif dan PCR bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke luar kota, telah dimanfaatkan oleh orang-orang untuk mengambil keuntungan bagi diri sendiri. Mereka memperjualbelikan surat hasil tes tersebut, yang kemudian dijual kepada orang yang membutuhkan tapi tak mau lakiukan swab tes.

    Dikutip dari Bpsdm.kemenkumham.go.id, seseorang yang ingin bepergian atau melakukan perjalanan ke luar kota, memilih untuk menunjukkan surat antigen palsu tentu memiliki berbagai alasan, salah satunya adalah karena tidak mau melakukan rapid test, tetapi ingin cepat mendapatkan surat hasil rapid test negatif tanpa perlu antri, kemudian jalan tersebut juga dipilih karena harga yang lebih murah dari yang asli, dan  juga karena alasan lainnya.

    Terdapat pelaku pemalsuan surat hasil antigen yang mengatasnamakan rumah sakit, salah satunya di Sidoarjo. Kabid Humas Polda Komisaris Besar Gatot Repli Handoko mengatakan modus yang digunakan untuk memalsukan surat keterangan hasil swab antigen dan PCR milik Rumah Sakit Sheila Medika kepada para pemesan tanpa dilakukan pemeriksaan. Polisi kemudian menjebak pelaku dengan memesan surat tersebut.

    "Setelah surat keterangan hasil tes diterima anggota polisi, pelaku langsung ditangkap beserta barang bukti," ujarnya, Selasa 12 Mei 2021.

    Saat diinterogasi, pelaku mengaku memesan surat tersebut dari tersangka NH yang kemudian ditangkap saat mengantarkan pesanan lainnya dari tersangka SG. Setelah dilakukan interogasi, NH mengaku membuat sendiri dokumen palsu tersebut memakai laptop atau komputer jinjing dan printer dengan mengatasnamakan RS Sheila Medika Sidoarjo.

    Surat palsu antigen telah beredar luas di tengah masyarakat, lantas bagaimana cara membedakannya?

    1. Terteranya tanda tangan dokter yang tertera pada surat antigen yang asli.

    2. Adanya sebuah stempel basah dan berwarna yang dicap pada tanda tangan surat rapid atau swab antigen.

    3. Terdapat alamat lengkap rumah sakit, klinik, atau dokter yang mengeluarkan surat rapid dan swab antigen dan ditulis secara lengkap pada surat tersebut.

    4. Surat hasil antigen yang asli harus tertera nama dokter serta nomor telpon dokter yang bertujuan untuk memudahkan konfrimasi.

    5. Surat hasil antigen asli dapat dipertanggungjawabkan oleh pihak rumah sakit atau klinik, sehingga masyarakat yang menggunakan surat asli tidak akan dijerat oleh pihak aparat kepolisian.

    VALMAI ALZENA KARLA

    Baca: Polda Banten Ungkap SIndikat Surat Swab Antigen di Pelabuhan Merak, ini Modusnya

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.