Demi Ikut Vaksinasi Covid-19, Lansia di Makassar Ini Gowes 15 Kilometer

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugs menyiapkan vaksin untuk Vaksinasi Covid-19 warga  di Puskesmas Kelurahan Lubang Buaya, Jakarta, Kamis 29 Juli 2021. Dosis satu sudah 7.050.648, dosis kedua sudah 2.221.866 atau 25,2 persen. Total kedua dosis sudah mencapai 9.973.836 dosis. TEMPO/Subekti.

    Petugs menyiapkan vaksin untuk Vaksinasi Covid-19 warga di Puskesmas Kelurahan Lubang Buaya, Jakarta, Kamis 29 Juli 2021. Dosis satu sudah 7.050.648, dosis kedua sudah 2.221.866 atau 25,2 persen. Total kedua dosis sudah mencapai 9.973.836 dosis. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Safarauddin rela mengayuh sepeda sejauh 15 kilometer untuk ikut program vaksinasi Covid-19 dari rumahnya di Tana Toraja ke Nipah Mal, Panakukkang, Kota Makassar pada Rabu, 28 Juli 2021.

    Lansia berusia 67 tahun ini mengatakan sudah sejak lama ingin ikut vaksin. Namun, orang-orang di sekitarnya sering menakut-nakuti dengan hoaks vaksin. Ia yakin bahwa vaksinasi dapat menjadi penyelamat dirinya di tengah Pandemi Covid-19.

    “Kita semua bisa bebas dari Corona ini, salah satunya dengan ikut vaksin,” ujarnya lewat keterangan tertulis yang dikirim Corporate Communication Department Head Kalla Group, Diah Zaddiah Rustham, pada Kamis, 29 Juli 2021.

    Hingga suatu hari, ia mendapat informasi ada vaksinasi massal yang diselenggarakan oleh Yayasan Hadji Kalla dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar. Program ini diselenggarakan di di empat titik, yakni Mal Ratu Indah, NIPAH Mall, Masjid Al Markaz, dan Kantor IDI Kota Makassar. 

    Mengetahui informasi ini, Safaruddin datang dari Tana Toraja ke Nipah Mall di Kota Makassar. Pagi-pagi sekali Ia mengayuh sepedanya. Saat sampai di lokasi, kondisinya masih sepi. Ia sempat menyangka menjadi orang yang pertama datang.

    Ketika orang mulai ramai berdatangan, ia ragu dan mengurungkan dirinya karena baru tahu bahwa harus mendaftar lewat aplikasi online. Ia tidak memiliki ponsel. Safaruddin kebingungan dan tak sempat menanyakan apapun ke panitia. Akhirnya, ia hanya diam berdiri, dan melihat orang-orang yang berlalu-lalang untuk masuk dan disuntikkan vaksin oleh petugas kesehatan.

    Beruntung, salah satu panitia vaksinasi Covid-19 melihat Safaruddin yang kebingungan dan menghampirinya. Panitia itu akhirnya membantu Safaruddin untuk mendaftar dan mengantri untuk disuntik vaksin Covid-19. Safaruddin sangat berterima kasih akhirnya perjuangannya menempuh jarak yang jauh demi vaksin bisa terwujud. “Saya akhirnya bisa ikut vaksin juga,” ujarnya.

    Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Destinasi Wisata Yogyakarta Banjir Peminat

    SRI RAHMAWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.