Hak Anak Mendapatkan Vaksinasi Covid-19, Kemenkes Permudah Persyaratan

Reporter:
Editor:

S. Dian Andryanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak memakai seragam sekolah saat disuntik vaksin Covid-19 di Kantor Walikota Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 6 Juli 2021. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan 1,3 juta anak usia 12 tahun ke atas untuk disuntik vaksin Covid-19 guna mencapai herd immunity pada Agustus mendatang. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Seorang anak memakai seragam sekolah saat disuntik vaksin Covid-19 di Kantor Walikota Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 6 Juli 2021. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menargetkan 1,3 juta anak usia 12 tahun ke atas untuk disuntik vaksin Covid-19 guna mencapai herd immunity pada Agustus mendatang. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kegiatan vaksinasi tidak hanya dilakukan terhadap orang dewasa. Tetapi anak-anak pun berhak mendaptakan jatah vaksinasi Covid-19.

    Di beberapa daerah di Indonesia hak anak mendapatkan vaksinasi tersebut dilaksanakan. Beberapa organisasi anak pun mengadakan vaksinasi terhadap anak berkaitan dengan Hari Anak Nasional pada 23 Juli 2021 dengan tema "Anak Terlindungi – Indonesia Maju, Anak Peduli Di Masa Pandemi".

    Kementerian Kesehatan telah mempermudah persyaratan vaksinasi pada anak, yaitu mereka dapat menggunakan surat keterangan tanpa NIK. Surat-surat keterangan seperti dari  RT/RW, sekolah, panti ataupun organisasi juga bisa dipakai. Atau memang cara paling mudah lagi yaitu registrasi melalui nomor handphone. Ini merupakan cara agar para penyuntik vaksin di lokasi penyelenggaraan vaksin tidak perlu dibingungkan lagi dengan persoalan persyaratan administrasi.

    Jasra Putra selaku pengurus Komisi Perlindungan Anak Indonesia juga menjelaskan bila menjelang Hari Anak Nasional 23 Juli anak-anak dari semua kalangan wajib mendapatkan jatah vaksin secara merata tanpa harus dipersulit akibat persoalan persyaratan administrasi. 

    "Tentu kita harus bersyukur anak anak yang mungkin ya, dalam tanda petik “terlupakan” anak anak dalam perlindungan khusus, baik dipanti asuhan, anak jalanan, anak dari orang tua yang tidak mampu mengasuh karena berabagai sebab dan undocumented agar tetap mendapatkan hak nya untuk vaksin, karena mereka di luar skema vaksinasi sekolah," kata Jasra Putra.

    Jasra pun mengungkapkan tentang hak anak memperoleh vaksinasi Covid-19, "Soal nanti dapat sertifikat atau tidak, biar vaksinasinya di selesaikan terlebih dahulu, karena kita berkejaran dengan penularan. Oleh sebab itu tentu ke depan, kita berharap sesuai UU Perlindungan Anak Pasal 44 bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah termasuk juga masyarakat, wajib menyelenggarakan kesehatan yang komperhensif pada anak anak kita. Baik dengan cara promotif, preventif, kuratif dan termasuk juga rehabilitatif," kata dia.

    PRIMANDA ANDI AKBAR 

    Baca: Manfaat Vaksinasi Covid-19, Jangan Takut Demi Kesehatan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.