Jokowi: Kebutuhan Oksigen Melonjak Seiring Kenaikan Kasus Covid

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo meninjau vaksinasi Covid-19 bagi pelaku usaha kecil menengah di pelataran Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kendari, Rabu, 30 Juni 2021. Dalam kunjungannya di Sulewasi Tenggara, Jokowi juga dijadwalkan membuka Munas Kadin VIII di Kendari. ANTARA/BPMI Setpres

    Presiden Joko Widodo meninjau vaksinasi Covid-19 bagi pelaku usaha kecil menengah di pelataran Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kendari, Rabu, 30 Juni 2021. Dalam kunjungannya di Sulewasi Tenggara, Jokowi juga dijadwalkan membuka Munas Kadin VIII di Kendari. ANTARA/BPMI Setpres

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut kebutuhan oksigen terus melonjak seiring dengan kenaikan kasus Covid-19.

    "Seperti kita ketahui bersama, kenaikan kasus Covid-19, masih terus terjadi. Dan ini telah menyebabkan lonjakan kebutuhan oksigen nasional untuk pengobatan Covid-19 baik itu yang berada di rumah sakit maupun yang berada di tempat-tempat isolasi," kata Presiden saat meninjau PT Aneka Industri seperti disiarkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Jumat, 16 Juli 2021.

    Ia menyebut pemerintah akan terus berupaya memenuhi kebutuhan oksigen. Kerja sama dilakukan dengan berbagai pihak.

    "Secara nasional dan kita telah bekerja sama dengan industri-industri di dalam negeri untuk mengamankan pasokan dan distribusi oksigen medis yang dibutuhkan masyarakat sehingga kebutuhan oksigen secara nasional bisa terpenuhi," ujarnya.

    Secara khusus, Presiden mengapresiasi PT Aneka Gas Industri, salah satu produsen oksigen dalam negeri yang membantu pemenuhan kebutuhan oksigen nasional.

    "Dan saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan PT Aneka Gas Industri (Samator) yang telah bekerja maksimal memenuhi kebutuhan oksigen medis dengan terus menambah kapasitas produksinya sehingga sangat membantu suplai oksigen nasional," tutur Jokowi.

    Baca juga: Jokowi Blusukan Bagi Obat, Pandu Riono: Ngapain Sih, Bukan Tugas Presiden


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.