Jubir Vaksinasi Covid-19: Keterisian Tempat Rawat di Jawa Di Atas 80 Persen

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto selasar IGD RS Hasan Sadikin Bandung penuh dengan pasien yang beredar pada Kamis, 24 Juni 2021. Kondisi membeludaknya pasien yang datang ke rumah sakit mengingatkan warga akan kondisi di India saat terjadi `tsunami Covid-19` pada bulan lalu. Istimewa

    Foto selasar IGD RS Hasan Sadikin Bandung penuh dengan pasien yang beredar pada Kamis, 24 Juni 2021. Kondisi membeludaknya pasien yang datang ke rumah sakit mengingatkan warga akan kondisi di India saat terjadi `tsunami Covid-19` pada bulan lalu. Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan tingkat keterisian tempat perawatan di rumah sakit di seluruh provinsi di Jawa sudah di atas 80 persen. "Untuk seluruh provinsi di Pulau Jawa melaporkan tingkat keterisian di atas 80 persen," kata Nadia dalam keterangan pers harian PPKM Darurat di Jakarta, Rabu, 7 Juli 2021.

    Angka keterisian tempat perawatan itu, katanya, berdasarkan perkembangan indikator penanggulangan pandemi per 6 Juli 2021. Berdasarkan indikator jumlah kasus rawat, menurut dia, seluruh provinsi di Jawa-Bali masih berada di kategori transmisi komunitas tingkat 4 dengan jumlah kasus rawat lebih dari 30 per 100 ribu penduduk per pekan, kecuali Provinsi Bali yang memiliki keterisian tempat perawatan sekitar 50 persen.

    Jumlah pengujian (testing) yang dilakukan di Jawa-Bali pada 6 Juli 2021 berjumlah lebih dari 124 ribu, yang artinya meningkat lebih dari 20 ribu pemeriksaan dibandingkan hari sebelumnya. Terlepas dari peningkatan jumlah testing yang dilaporkan, angka itu masih 38 persen dari jumlah yang ditargetkan untuk dilakukan di Jawa-Bali setiap harinya, yakni sebanyak 324 ribu tes.

    Positivity rate Jawa dan Bali juga masih sangat tinggi, yaitu 19,9 persen, walaupun menurun dibandingkan sehari sebelumnya 24,7 persen. Sementara di tingkat provinsi, pelacakan yang dilakukan masih sangat rendah, jauh dari target yang diharapkan, yaitu sekurang-kurangnya 15 kontak erat per kasus. "Kami semakin mendorong jumlah testing bisa semakin ditingkatkan, sehingga kita bisa segera memisahkan kasus yang sakit dari populasi yang sehat," ujarnya.

    Insidensi atau jumlah kasus per 100 ribu penduduk per pekan di kebanyakan provinsi di Jawa-Bali masih masuk dalam kategori transmisi komunitas tingkat 3 dan 4, kecuali Jawa Timur dan Banten yang dikategorikan transmisi komunitas tingkat 2.

    Sebagai contoh, kasus konfirmasi Covid-19 di bawah 20 per 100 ribu penduduk per pekan dikategorikan sebagai transmisi kasus tingkat 1, sedangkan transmisi di atas 5 per 100 ribu penduduk per pekan dikategorikan sebagai transmisi komunitas tingkat 4.

    Menurut Jubir Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia, tingkat transmisi komunitas diambil berdasarkan indikator dengan tingkat transmisi tertinggi. Sebagai contoh, jika kasus konfirmasi dan kematian dikategorikan dalam transmisi komunitas tingkat tiga, sedangkan rasio perawatan masuk dalam kategori transmisi komunitas tingkat 4, maka wilayah tersebut dimasukkan dalam kategori trasmisi komunitas tingkat 4.

    Baca Juga: Rumah Sakit Sudah Penuh Pasien Covid-19, Dirut RSUI Minta Tolong Kemenkes


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.