Sempat Kabur, Terduga Teroris di Babel Ditangkap di Rumah Kerabat

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Personel Densus 88 Anti Teror membawa terduga teroris ke dalam bus di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 18 Maret 2021. Sebanyak 22 orang terduga teroris dipindahkan dari Rumah Tahanan Polda Jawa Timur ke Jakarta. ANTARA FOTO/Didik Suhartono

    Personel Densus 88 Anti Teror membawa terduga teroris ke dalam bus di Polda Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 18 Maret 2021. Sebanyak 22 orang terduga teroris dipindahkan dari Rumah Tahanan Polda Jawa Timur ke Jakarta. ANTARA FOTO/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri bersama Tim Gabungan Polda Bangka Belitung akhirnya bisa menangkap AS. Ia adalah terduga teroris yang melarikan diri dari ruang pemeriksaan Mapolda Bangka Belitung pada Kamis, 1 Juli 2021.

    Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan AS ditangkap di rumah keluarganya di Kampung Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka. "Penangkapan AS oleh Tim Densus dan Tim Gabungan Reskrim serta Intel Polda Babel berlangsung Senin (5/7) pukul 21.30 WIB," ujar Ramadhan, Selasa, 6 Juli 2021.

    Ia menuturkan AS ditangkap di rumah kerabatnya yang berjarak satu jam perjalanan dari Mapolda Bangka Belitung"Bersama dengan penangkapan AS, ditangkap dua orang lainnya, diduga masih kerabatnya, keterlibatannya adalah menyembunyikan AS," tutur Ramadhan.

    Ramadhan belum mengungkap inisial dua kerabat AS yang ikut ditangkap Senin kemarin. Polisi masih menyelidiki keterlibatan keduanya dengan AS.
    Polisi juga telah menyelidiki bahwa AS merupakan anggota kelompok Jamaah Islamiah (JI).

    Sebelumnya Polri menyebutkan AS terlibat kelompok JAD. Awalnya AS ditangkap di Bangka Belitung pada Rabu, 30 Juni 2021. Penangkapan AS merupakan hasil pengembangan dari penangkapan dua terduga teroris, yakni DS yang ditangkap di Jakarta Timur, dan SY ditangkap di Jakarta Barat.

    Ketiganya terlibat dalam pengiriman senjata api beserta amunisi. AS mengirimkan senjata api dan amunisi dari Bangka Belitung kepada DS di Jakarta Timur. Sementara SY adalah penggalang dana sekaligus yang mengirimkan uang untuk pembelian senjata api tersebut. "Jadi peran DS itu yang menerima paket senjata ini," kata Ramadhan.

    Sedangkan terduga SY, kata Ramadhan, berperan menggalang dana dan memiliki rekening bank tempat penampungan dana pembelian senjata. Dana yang digalang oleh SY dikirimkan kepada AS yang ada di Bangka Belitung untuk mengirim paket berisi senjata.

    SY telah melakukan beberapa kali transaksi pengiriman dana untuk pembelian senjata api kepada AS. "Dana pertama dikirim Rp3 juta, dana kedua Rp7 juta, dan ketiga dikirim Rp3 juta. Ada kolom keterangan dalam pengiriman tertulis revolver, dan senapan panjang," ujar Ramadhan ihwal transaksi yang dilakukan para terduga teroris.

    Baca juga: MUI Sulteng Minta Pemerintah Benahi Aspek Pemulihan Terorisme

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.