Hampir Penuh, RSDC Wisma Atlet Fokuskan Pelayanan ke Pasien Covid-19 Komorbid

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gedung RSDC Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021. Pengelola RS ini telah menambah 1.400 tempat tidur untuk mengantisipasi lonjakan kasus. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Gedung RSDC Wisma Atlet Kemayoran di Jakarta, Rabu, 16 Juni 2021. Pengelola RS ini telah menambah 1.400 tempat tidur untuk mengantisipasi lonjakan kasus. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran akan memprioritaskan merawat pasien Covid-19 dengan gejala dan memiliki penyakit bawaan atau komorbid. Sebelumnya, Wisma Atlet dikhususkan untuk merawat pasien dengan gejala ringan hingga sedang.

    Koordinator RS Darurat Wisma Atlet, Mayor Jenderal Tugas Ratmono mengatakan perubahan prioritas itu dilakukan karena meningkatnya kasus positif Covid-19 belakangan ini. ”Tujuannya agar perawatan pasien bisa maksimal,” kata di lewat keterangan tertulis, Jumat, 25 Juni 2021.

    Tugas mengatakan hingga Jumat, 25 Juni 2021 jumlah pasien di Wisma Atlet mencapai 6,713 orang. Jumlah itu setara dengan 85,04 persen kapasitas maksimal rumah sakit, yaitu 7.894 tempat tidur. Dia mengatakan untuk pasien dengan gejala ringan dan tanpa gejala akan dirawat di Wisma Atlet Pademangan dan Rusun Nagrak Marunda.

    Saat ini terdapat tiga lokasi di Jakarta di bawah koordinasi manajemen RSDC Wisma Atlet Kemayoran dalam perawatan pasien Covid-19. Tiga lokasi tersebut adalah RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Wisma Atlet Pademangan, dan Rusun Nagrak Marunda Jakarta Utara.

    Pasien dengan keluhan kormobid cenderung memiliki risiko yang lebih berat. Penyakit bawaan antara lain tekanan darah tinggi, diabetes, ginjal, paru dan penyakit lainnya. “Perlengkapan di RSDC Wisma Atlet Kemayoran lebih lengkap dibandingkan di Wisma Atlet Pademangan dan Rusun Nagrak yang baru dibuka,” kata Tugas.

    Dia mengatakan Wisma Atlet Kemayoran saat ini juga menerima pasien dengan gejala berat. Itu karena rumah sakit rujukan tempat pasien bergejala berat dirawat juga tengah sibuk dan pasien baru bisa saja menunggu beberapa saat untuk mendapat pelayanan. “RSDC Wisma Atlet Kemayoran sendiri sudah melakukan upgrade agar bisa merawat pasien Covid-19 dengan gejala berat, tetapi tentunya mereka diprioriaskan dirawat di rumah sakit rujukan,” ujarnya.

    Baca: Kasus Kematian Pasien Covid-19 Tembus 422 Orang, dari Jawa Tengah 103 Orang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.