Terawan Minta Dukungan DPR Soal Vaksin Nusantara, Kemenkes: Kami Pelajari Dulu

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Maret 2021. Dalam rapat tersebut, Terawan memberikan paparan terkait vaksin Nusantara yang ia gagas sebagai vaksin Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 10 Maret 2021. Dalam rapat tersebut, Terawan memberikan paparan terkait vaksin Nusantara yang ia gagas sebagai vaksin Covid-19. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Kesehatan memantau perkembangan mengenai vaksin Nusantara yang kembali menjadi perhatian publik.

    Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, menuturkan lembaganya sedang mempelajari perkembangan vaksin Nusantara. “Kami pelajar dulu,” kata dia dalam pesan WhatsApp, Kamis, 17 Juni 2021.

    Vaksin besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan ini kembali mendapatkan dukungan politik di DPR. Dalam rapat dengar pendapat umum antara Komisi Riset dan Teknologi bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional, Lembaga Molekuler Biologi Eijkman, dan Terawan pada Rabu, 16 Juni lalu, sejumlah anggota Dewan meminta vaksin tersebut dapat terus dikembangkan. Anggota Dewan juga meminta agar vaksin Nusantara dapat diberikan izin uji klinis fase ketiga – atau uji terakhir sebelum bisa diedarkan.

    DPR juga akan kembali mengundang sejumlah lembaga untuk mendengarkan penjelasan mengenai vaksin Merah Putih dan vaksin Nusantara.

    Anggota Komisi Riset dan Teknologi Ridwan Hisjam mengatakan DPR akan memanggil Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, dan Kementerian Keuangan. “Kami agendakan pekan depan, dan ini hasil keputusan rapat,” ujarnya ketika dihubungi, Kamis, 17 Juni 2021.

    Ridwan menjelaskan, dalam pertemuan itu setiap lembaga akan ditanyakan mengenai perkembangan vaksin Gotong Royong dan vaksin Nusantara. Untuk Kementerian Kesehatan, kata dia, akan ditanya mengenai perkembangan vaksinasi serta dukungan buatan vaksin dalam negeri. Sedangkan BPOM, akan ditanyai mengenai alasan yang menolak riset vaksin Nusantara.

    Baca juga: Epidemiolog Pandu Riono Tantang Terawan Debat Ilmiah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...