Soal Dana Haji, Muhadjir: Saya Sudah ke BPKH untuk Memastikan Semua Aman

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko PMK Muhadjir Effendy menunjukkan kantong berisi hembusan nafasnya untuk dites dengan GeNose C19 di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis, 7 Januari 2021.  GeNose C19 yang merupakan alat screening dini Covid-19 karya tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM). ANTARA/M Risyal Hidayat

    Menko PMK Muhadjir Effendy menunjukkan kantong berisi hembusan nafasnya untuk dites dengan GeNose C19 di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis, 7 Januari 2021. GeNose C19 yang merupakan alat screening dini Covid-19 karya tim peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM). ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan keputusan pemerintah untuk membatalkan ibadah haji 2021 adalah keputusan terbaik. Hal ini ia sebut dilakukan untuk kebaikan umat.

    "Pertimbangan itu hanya satu yaitu demi kemaslahatan dan keamanan jamaah kita. Lalu persiapan juga. Waktunya terlalu mepet kalau jamaah haji tahun ini bisa dilaksanakan," kata Muhadjir dalam keterangan tertulis, usai mengunjungi Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia, Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021.

    Ia juga membantah isu-isu yang beredar terkait pembatalan keberangkatan haji. Mulai dari masalah diplomasi, masalah isu-isu kuota haji, vaksin, termasuk urusan dana haji tidak jadi masalah.

    "Itu sudah clear, dan saya sudah ke BPKH (Badan Pengelola Keuangan Haji) untuk memastikan bahwa semua aman," kata Muhadjir.

    Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pun ikut menegaskan bahwa satu-satunya pertimbangan pemerintah membatalkan keberangkatan haji adalah untuk menjaga keamanan, kesehatan dan keselamatan jamaah. Dengan kembali tidak adanya pemberangkatan haji tahun ini, maka secara otomatis antrian seluruh jamaah calon haji menjadi bergeser mundur.

    "Tidak ada yang lain, kita lebih menyayangi jamaah haji, keselamatan dan nyawa jamaah haji," kata Gus Yaqut.

    Pemerintah sebelumnya melalui Kementerian Agama telah memutuskan untuk tidak memberangkatkan calon jemaah haji Indonesia tahun 1442 H/2021. Ini merupakan tahun kedua tidak adanya keberangkatan haji di masa pandemi.

    Baca juga: Haji 2021 Batal, Pengelolaan Dana Jemaah Rp 150 Triliun Dipertanyakan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.