Peneliti LSI Ungkap PR Puan Maharani Jika Ingin Jadi Capres 2024

Bakal Calon Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan didampingi Ketua Bidang Pemerintahan, Pertahanan dan Keamanan PDIP Puan Maharani usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Kantor DPP PDI-P, Jakarta, Senin, 10 Februari 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby, menilai setidaknya ada tantangan bagi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Puan Maharani jika ingin menjadi calon presiden di Pemilu 2024. Pertama, Adjie mengatakan hingga saat ini belum jelas seberapa besar keinginan PDI Perjuangan, baik di tingkat pusat, daerah, hingga simpatisan untuk mengusung Puan.

"PR bagi Mbak Puan bagaimana PDIP punya satu suara, baik di pusat maupun daerah untuk sama-sama mendukung dia," kata Adjie kepada Tempo, Selasa, 1 Juni 2021.

Adjie mengatakan, salah satu cara memastikan dukungan itu yakni melalui rekam jejak yang mumpuni. Menurut Adjie, hingga saat ini kinerja Puan, baik ketika menjabat Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan maupun Ketua DPR, belum terlalu menonjol untuk bisa menjadi magnet bagi publik.

"Harus dioptimalkan lagi bahwa pengalaman di pemerintahan dan DPR bisa menjadi magnet bagi publik bahwa Mbak Puan sosok yang layak," ujar Adjie.

Tantangan Puan yang ketiga menurut Adjie ialah keberadaan tokoh lain di internal PDI Perjuangan yang popularitas dan elektabilitasnya cukup tinggi, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Menurut hasil sejumlah lembaga survei, elektabilitas Ganjar mengungguli putri Megawati Soekarnoputri itu.

"Ada tokoh lain yang saat ini punya popularitas cukup baik yaitu Ganjar. Saya pikir itu yang jadi catatan buat Mbak Puan," ucap dia.

Adjie mengatakan Puan sebenarnya tokoh perempuan yang paling potensial maju di Pilpres 2024. Kendati elektabilitasnya belum signifikan, kata Adjie, Puan berpotensi maju lantaran memiliki partai politik.

Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial Center for Strategic and International Studies (CSIS), Arya Fernandes mengatakan ada tiga alasan Puan memiliki kans besar untuk menjadi calon presiden. Pertama, keberadaan partai yang siap mendukungnya. PDIP memiliki 128 kursi di DPR sehingga bisa mengusung calon tanpa harus berkoalisi dengan partai lain.

Kedua, lanjut Arya, penetapan calon presiden di internal PDIP relatif lebih mudah ketimbang partai lain karena menjadi kewenangan penuh ketua umum partai, yakni Megawati Soekarnoputri, yang juga ibunda Puan. Ketiga, Arya menyebut Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan pun hingg saat ini belum mengajukan nama calon lain.

Arya mengatakan ada dua indikator untuk mengukur tingkat potensi seseorang menjadi capres. Pertama, adanya dukungan dari partai. Kedua, memiliki elektabilitas di atas 5 persen.

"Kalau dia tidak memenuhi dua syarat itu ya tidak potensial. Paling tidak satu syarat dari dua itu," ujar Arya kepada Tempo, Selasa, 1 Juni 2021.






Bergabung ke Golkar, Ridwan Kamil Tegaskan Tak Berambisi Jadi Capres atau Cawapres

1 jam lalu

Bergabung ke Golkar, Ridwan Kamil Tegaskan Tak Berambisi Jadi Capres atau Cawapres

Ridwan Kamil menegaskan tidak berambisi menjadi capres maupun cawapres pada Pilpres 2024.


Anies Baswedan dan TIm Kecil Koalisi Perubahan Bertemu di DPP Partai Demokrat, Tegaskan Mereka Solid

12 jam lalu

Anies Baswedan dan TIm Kecil Koalisi Perubahan Bertemu di DPP Partai Demokrat, Tegaskan Mereka Solid

Pertemuan tim kecil Koalisi Perubahan plus Anies Baswedan di kantor DPP Partai Demokrat menepis rumor bahwa mereka retak.


Bertemu Lindsay Hoyle, Puan Minta Tak Ada Diskriminasi Produk RI

14 jam lalu

Bertemu Lindsay Hoyle, Puan Minta Tak Ada Diskriminasi Produk RI

Ketua DPR RI Dr. (H.C) Puan Maharani melakukan kunjungan kerja ke Inggris.


Surya Paloh Beri Kode Kunjungan ke PDIP, Wasekjen: Kami Welcome

16 jam lalu

Surya Paloh Beri Kode Kunjungan ke PDIP, Wasekjen: Kami Welcome

PDIP menyatakan siap menerima kunjungan Surya Paloh, namun menyatakan agenda Megawati Soekarnoputri masih sangat padat.


Gerindra Berharap Koalisi Besar, PDIP Terbuka untuk Reuni

16 jam lalu

Gerindra Berharap Koalisi Besar, PDIP Terbuka untuk Reuni

PDIP membalas harapan Gerindra memiliki koalisi besar dengan membuka pintu.


SMRC Prediksi Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Bersaing Ketat di Putaran Kedua Pilpres 2024

17 jam lalu

SMRC Prediksi Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Bersaing Ketat di Putaran Kedua Pilpres 2024

SMRC menilai Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan akan masuk ke putaran kedua jika Pilpres 2024 digelar dengan lebih dari dua pasangan.


Suami Yenny Wahid, Dhohir Farisi, Langsung Dapat Jabatan Mentereng di PSI, Ini Kata Grace Natalie

19 jam lalu

Suami Yenny Wahid, Dhohir Farisi, Langsung Dapat Jabatan Mentereng di PSI, Ini Kata Grace Natalie

Grace Natalie menjelaskan kenapa Dhohir Farisi, suami Yenny Wahid, langsung mendapatkan jabatan Dewan Pengarah Pemenangan Pemilu 2024 di PSI.


Denny Indrayana Blak-blakan Sebut Dukung Anies Baswedan di depan Mahfud Md

19 jam lalu

Denny Indrayana Blak-blakan Sebut Dukung Anies Baswedan di depan Mahfud Md

Denny Indrayana di depan Mahfud Md mengungkapkan soal dukungannya kepada Anies Baswedan di Pilpres 2024. Dia sebut Anies tokoh anti korupsi.


Kader Golkar Berharap Beringin Merapat ke Koalisi Perubahan, Usung Anies Baswedan

20 jam lalu

Kader Golkar Berharap Beringin Merapat ke Koalisi Perubahan, Usung Anies Baswedan

Kader ini berharap Golkar merapat ke Koalisi Perubahan untuk mengusung Anies Baswedan sebagai capres 2024.


Surya Paloh Bicara Kemungkinan Nasdem Gabung ke KIB

1 hari lalu

Surya Paloh Bicara Kemungkinan Nasdem Gabung ke KIB

Surya Paloh awalnya menjawab pertanyaan kenapa tidak berkunjung ke partai koalisi yang saat ini tengah dijajaki bersama PKS dan Partai Demokrat.