Pertemuan NasDem - PKS: Sepakat Akhiri Polarisasi hingga Aksi Kirim THR ke Desa

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad M Ali menyambut kedatangan Presiden PKS Ahmad Syaikhu saat pertemuan di Akademi Bela Negara, Jakarta, 30 April 2021. Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi kebangsaan serta melanjutkan safari politik PKS di bawah kepemimpinan Presiden PKS Ahmad Syaikhu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad M Ali menyambut kedatangan Presiden PKS Ahmad Syaikhu saat pertemuan di Akademi Bela Negara, Jakarta, 30 April 2021. Pertemuan tersebut dalam rangka silaturahmi kebangsaan serta melanjutkan safari politik PKS di bawah kepemimpinan Presiden PKS Ahmad Syaikhu. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu melanjutkan safari dengan menemui petinggi Partai NasDem pada Jumat, 30 April 2021. Syaikhu dan rombongan menyambangi Gedung Akademi Bela Negara NasDem di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.

    Ketua Umum NasDem Surya Paloh tak hadir secara fisik dalam persamuhan ini. Paloh diketahui bermukim di Pulau Kaliage, Kepulauan Seribu, Jakarta selama masa pandemi Covid-19. Meski begitu, Paloh sempat tersambung secara virtual untuk menyapa tamunya.

    "Kami tadi sempat berkomunikasi dengan Ketum Pak Haji Surya Paloh secara virtual. Terima kasih atas segala penerimaan yang penuh kehangatan dan kekeluargaan," kata Syaikhu dalam keterangannya seusai pertemuan.

    Berikut isi pertemuan kedua partai berdasarkan penuturan Syaikhu dan Sekretaris Jenderal NasDem Johnny G. Plate.

    1. Sepakat Akhiri Polarisasi Kontestasi
    Johnny Plate mengatakan, NasDem dan PKS sepakat untuk bersama-sama mengurangi polarisasi akibat kontestasi, baik di pilkada, pileg, maupun pilpres. Ia mengatakan mereka sama-sama belajar dari pengalaman dan sejarah politik riwayat demokrasi yang panjang di Indonesia.

    "Dampak negatif seperti polarisasi dan pembelahan masyarakat harus bisa kita akhiri dengan membangun komunikasi-komunikasi yang konstruktif," ujar Johnny.

    Ahmad Syaikhu mengatakan partainya mendukung peningkatan kualitas politik dan demokrasi di Tanah Air. Ia menyinggung ihwal Indeks Demokrasi Indonesia yang terkategori cacat (flawed democracy) menurut The Economist Intelligence Unit.

    "Kami sangat mendukung dalam perpolitikan terjadi peningkatan kualitas demokrasi sehingga tidak terpolarisasi dan menjadi beban berkepanjangan dalam kehidupan demokrasi bangsa," ujar Syaikhu.

    2. Bahas Modernisasi Alutsista Usai Tragedi Nanggala-402
    NasDem dan PKS menyampaikan belasungkawa atas gugurnya awak KRI Nanggala-402 di perairan utara Bali. Menurut Johnny Plate, kecelakaan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi modernisasi dan peningkatan alat utama sistem pertahanan (alutsista) nasional.

    Ahmad Syaikhu mengimbuhkan, selain modernisasi alutsista, pemerintah juga harus lebih memperhatikan kesejahteraan Tentara Nasional Indonesia.

    3. Gerakan Kirim THR ke Desa
    Ahmad Syaikhu mengatakan partainya mendukung kebijakan pemerintah melarang mudik di hari Lebaran tahun ini. Namun ia meminta pemerintah membuat terobosan untuk memberi insentif bagi UMKM di daerah yang terdampak larangan mudik ini agar perekonomian mereka tertolong.

    Selain itu, Syaikhu mengusulkang erakan menyalurkan tunjangan hari raya (THR) maupun zakat ke daerah. "Kami ingin membuat gerakan bersama yaitu bagaimana THR maupun zakat yang ada di kota-kota bisa juga disalurkan ke kampung halaman, ke daerah-daerah," ujar Syaikhu.

    4. Perangi Radikalisme dan Terorisme
    Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mengatakan partainya dan PKS berkomitmen menjadikan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan menjaga kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    "Partai Nasdem dan PKS sepakat apa pun perbedaan yang terjadi tapi kami akan tetap berkomitmen konsisten untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi bangsa dan kemudian tetap menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Ali.

    Ali mengatakan NasDem juga setuju untuk tak memberi tempat bagi radikalisme di Tanah Air. Dia berujar tak ada tempat bagi penganut radikalisme di Indonesia yang menganut demokrasi. "NasDem dan bersama-sama (PKS) bersepakat untuk memerangi paham-paham radikal dan teroris," kata Ali.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI

    Baca: PKS Sambangi NasDem, Surya Paloh Hadir Virtual dari Kepulauan Seribu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.