TNI Jelaskan Kronologis Hilangnya Kapal Selam KRI Nanggala-402

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno menuruni tangga usai melakukan inspeksi ke dalam kapal selam KRI Nanggala-402 di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin, 6 Februari 2012. Kredit: ANTARA/M Risyal Hidayat/Koz/12.

    Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno menuruni tangga usai melakukan inspeksi ke dalam kapal selam KRI Nanggala-402 di Dermaga Koarmatim, Ujung, Surabaya, Jatim, Senin, 6 Februari 2012. Kredit: ANTARA/M Risyal Hidayat/Koz/12.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Achmad Riad mengatakan kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan Bali, Rabu dini hari, 21 April 2021. Lost contact terjadi kurang lebih 60 mil di Utara Perairan Bali.

    Riad menjelaskan pada pukul 03.46 WITA KRI Nanggala baru mulai melaksanakan penyelaman. Kemudian pada 04.00 WITA mereka melakukan penggenangan peluncur torpedo.

    "Jadi bukan rudal. Peluncur torpedo nomor 8 yang merupakan komunikasi terakhir dengan KRI Nanggala pada pukul 04.25," kata Riad dalam konferensi pers di Bali yang disiarkan secara daring, Kamis, 22 April 2021.

    Kepastian hilangnya kontak, kata dia, terjadi saat komandan gugus tugas latihan akan memberikan otoritasi penembakan torpedo. Saat itulah komunikasi dengan KRI Nanggala-402 terputus.

    Riad mengatakan TNI Angkatan Laut (TNI AL)sudah mengerahkan berbagai KRI untuk membantu pencarian dan untuk memastikan keadaan dari KRI Nanggala. Saat ini, ia mengatakan ada 5 KRI dan 1 helikopter yang melakukan operasi pencarian dengan kekuatan 400 personel. Termasuk di antaranya, adalah KRI Rigel yang ikut melakukan pencarian Sriwijaya Air SJ182 yang hilang di perairan Kepulauan Seribu lalu.

    Secara teknis, KRI Nanggala-402 berasal dari Type 209/1300 yang dibuat galangan kapal Howaldtswerke di Kiel, Jerman Barat, yang dipesan Indonesia pada 1977, dan memasuki dinas aktif pada 1981. KRI Nanggala-402 memiliki saudara kembar, yaitu KRI Cakra-401.

    Sistem propulsi kapal selam KRI Nanggala-402 berintikan motor diesel-elektrik Siemens low-speed yang tenaga kerjanya langsung disalurkan ke baling-baling di buritan. Kekuatan daya dorongnya adalah 5.000 shp (shaft horse power), sedangkan baterai-baterai listriknya dengan bobot sekitar 25 persen bobot bruto kapal menyimpan daya listrik. Adalah empat mesin diesel MTU diesel supercharged yang bertanggung jawab dalam penyediaan daya listrik kapal.

    Baca juga: Mengenal Kapal Selam KRI Nanggala-402 yang Hilang Kontak di Perairan Bali


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.