Ada Tumpahan Minyak di Lokasi Penyelaman Kapal Selam KRI Nanggala-402

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal selam ini mempu melaju dengan kecepatan lebih kurang 25 knot  atau sekitar 40 kilometer per jam dengan mengandalkan mesin diesel elektrik. Kapal yang dapat diisi hingga 34 orang ini mampu menyelam selama 3 bulan dengan kedalaman maksimal 500 meter di bawah permukaan laut.  ANTARA/M Risyal Hidayat

    Kapal selam ini mempu melaju dengan kecepatan lebih kurang 25 knot atau sekitar 40 kilometer per jam dengan mengandalkan mesin diesel elektrik. Kapal yang dapat diisi hingga 34 orang ini mampu menyelam selama 3 bulan dengan kedalaman maksimal 500 meter di bawah permukaan laut. ANTARA/M Risyal Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyatakan ada tumpahan minyak di posisi awal menyelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali, Rabu pagi kemarin. "Pada pukul 07.00 WIB melalui pengamatan udara dengan helikopter ditemukan tumpahan minyak di sekitar posisi awal menyelam KRI Nanggala," kata Humas Setjen Kemhan di Jakarta, mengutip Antara. 

    Kementerian Pertahanan (Kemhan) terus mengamati pencarian kapal selam KRI Nanggala-402 dari jajaran Armada II Surabaya yang hilang kontak. Hilang kontak terjadi saat sedang melaksanakan latihan penembakan senjata strategis di perairan Bali.

    KRI Nanggala akan melaksanakan penembakan torpedo SUT meminta izin menyelam pada pukul 03.00 WIB. "Setelah diberikan izin menyelam sesuai prosedur, kapal hilang kontak dan tidak bisa dihubungi," sebut Kementerian Pertahanan.

    Selanjutnya, dilakukan pencarian oleh kapal lain yang terlibat dalam satgas latihan. Dalam latihan tersebut, KRI Nanggala membawa 53 awak (49 ABK, 1 komandan kapal, dan 3 orang artileri senjata angkatan laut atau Arsenal).

    Hingga saat ini pencarian masih terus dilakukan dengan mengirimkan KRI Rigel dari Dishidros Jakarta dan KRI Rengat dari Satuan Ranjau untuk membantu pencarian dengan menggunakan side scan sonar.

    TNI AL juga telah mengirimkan distres ISMERLO (International Submarine Escape and Rescue Liaison officer). Beberapa negara sudah merespons dan siap memberikan bantuan, di antaranya adalah AL Singapura, AL Australia, dan AL India.

    Kapal selam KRI Nanggala-402 dibuat pada tahun 1977 di HDW( Howaldtswerke Deutsche Werft) Jerman dan bergabung dengan jajaran TNI AL pada tahun 1981.

    Baca juga: Panglima TNI Sebut Kapal Singapura Sudah Bergerak Cari Kapal Selam KRI Nanggala


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.