Menteri Agama Minta Umat Tenang Hadapi Penistaan Agama oleh Jozeph Paul Zhang

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau disapa Gus Yaqut akan memfasilitasi dialog untuk menjamin hak-hak kelompok minoritas di Indonesia, termasuk penganut Syiah dan Ahmadiyah. Gus Yaqut juga telah mengklarifikasi bahwa dirinya tak pernah menyatakan akan memberikan perlindungan khusus terkait hak beribadah kepada kelompok Syiah dan Ahmadiyah. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau disapa Gus Yaqut akan memfasilitasi dialog untuk menjamin hak-hak kelompok minoritas di Indonesia, termasuk penganut Syiah dan Ahmadiyah. Gus Yaqut juga telah mengklarifikasi bahwa dirinya tak pernah menyatakan akan memberikan perlindungan khusus terkait hak beribadah kepada kelompok Syiah dan Ahmadiyah. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta masyarakat untuk tetap tenang menghadapi dugaan kasus penghinaan agama oleh Jozeph Paul Zhang. "Saya minta masyarakat untuk tetap tenang, mengedepankan kebersamaan dan toleransi di tengah upaya berbagai pihak mengadu dan memecah persatuan dan kesatuan bangsa," kata Yaqut lewat keterangan tertulis, Ahad, 18 April 2021.

    Menteri Agama Yaqut mengatakan menistakan agama tidak dibenarkan atas alasan apapun. Dia meminta masyarakat percaya pada aparat hukum untuk menangani kasus ini.

    "Saya mendorong aparat untuk menindak setiap pelaku ujaran atau pun perbuatan yang mengarah pada penistaan agama. Tidak hanya terkait kasus Jozeph Paul Zhang dan Desak Made, tapi siapapun pelakunya," kata Yaqut.

    Sebelumnya, video Jozeph dan Desak Made viral di media sosial. Dalam videonya di Youtube, Jozeph menyebut dirinya sebagai nabi ke-26 dan menantang untuk melaporkan dirinya. Kepolisian menyatakan tengah menyidik kasus ini dan mencari keberadaan Jozeph yang ditengarai berada di luar negeri. Sementara, Desak Made melalui videonya diduga melakukan penistaan terhadap agama Hindu. Desak telah menyampaikan permohonan maaf kepada umat Hindu. Meski telah meminta maaf, kepolisian tetap memproses hukum Desak.

    Yaqut mengatakan setiap umat beragama memang harus meyakini kebenaran keyakinan agamanya. Namun, hal itu tidak boleh diikuti dengan sikap merendahkan atau menyalahkan ajaran atau keyakinan agama lainnya. Yaqut mengapresiasi langkah kepolisian yang bertindak cepat dalam menangani kasus ini. "Saya mengapresiasi langkah proaktif aparat dalam menindaklanjuti dan mengambil tindakan atas laporan ujaran yang mengandung penistaan dan menimbulkan keresahan," kata dia.

    Baca: Bareskrim Duga Jozeph Paul Zhang Tak Ada di Indonesia, Perburuan Gaet Interpol


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H