Bareskrim Duga Jozeph Paul Zhang Tak Ada di Indonesia, Perburuan Gaet Interpol

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto dan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono memberikan keterangan atas kejadian penyerangan pada Rabu, 31 Maret 2021. TEMPO/Andita Rahma

    Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto dan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono memberikan keterangan atas kejadian penyerangan pada Rabu, 31 Maret 2021. TEMPO/Andita Rahma

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Bareskrim Polri menggandeng Interpol untuk memburu keberadaan Jozeph Paul Zhang, pria yang mengaku sebagai nabi ke-26 melalui video viral di saluran YouTube miliknya.

    Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Agus Andrianto mengatakan akan melibatkan interpol untuk memburu Jozeph Paul Zhang, pria yang mengaku sebagai nabi ke-26. Hal ini setelah Polri memprediksi Jozeph Paul Zhang tidak berada di Indonesia. Kepolisian juga berkoordinasi dengan pihak imigrasi untuk memastikan data perlintasan Jozeph Paul Zhang sudah meninggalkan Indonesia sejak Januari 2018.

    Namun, lanjut Agus, hal itu tidak menghalangi Bareskrim untuk mendalami perkara tersebut dan sedang menyiapkan dokumen penyidikan. "Mekanisme penyidikannya akan terus berjalan walaupun yang bersangkutan di luar negeri," kata Agus.

    Agus mengatakan bahwa Bareskrim Polri bekerja sama dengan kepolisian luar negeri dan membuat daftar pencarian orang (DPO) terhadap Jozeph Paul Zhang agar bisa dideportasi dari negara tempat dia berada.

    "Mekanisme kerja sama kepolisian luar negeri bisa berjalan, mau enggak negara tempat yang bersangkutan tinggal mendeportasi yang bersangkutan. DPO nanti akan diterbitkan," kata Agus.

    Terkait dengan apakah Polri sudah menerima laporan dari masyarakat tentang video viral penistaan agama oleh Jozeph Paul Zhang dengan mengaku nabi ke-26, Agus menjelaskan bahwa penyidik dapat menindak dengan membuat laporan temuan terkait dengan konten intoleran tersebut.

    Menurut dia, konten intoleran yang menimbulkan konflik sosial dan keresahan masyarakat dapat merusak persatuan dan kesatuan dapat ditindak sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kapolri. "Kalau yang seperti itu 'kan bisa dibuat laporan temuan penyidik atas konten intoleran, menimbulkan konflik sosial dan keresahan masyrakat, merusak persatuan dan kesatuan, sesuai dengan SE Kapolri 'kan ditindak tegas," kata Agus.

    Baca: Wamenag Minta Umat Muslim Tak Terpancing Omongan Jozeph Paul Zhang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H