Datangi Istana, Presiden KSPSI Tegaskan Sudah Nyaman di Luar Kabinet Jokowi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menaker Ida Fauziyah saat menerima usulan RUU Cipta Kerja dari Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea di kantor Kemnaker, Jakarta pada Selasa, 25 Februari 2020.

    Menaker Ida Fauziyah saat menerima usulan RUU Cipta Kerja dari Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea di kantor Kemnaker, Jakarta pada Selasa, 25 Februari 2020.

    TEMPO.CO, Jakarta -

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu, 14 April 2021. Andi menyebut kedatangannya tidak berkaitan dengan isu reshuffle kabinet Jokowi yang belakangan mencuat.

    Menurut Andi, kedatangannya ke istana hari ini hanya membahas polemik tunjangan hari raya (THR) buruh bersama perwakilan pemerintah dan sejumlah menteri. Saat ditanya apakah Andi juga bertemu presiden, dia enggan berkomentar. "No comment," ujarnya sambil tertawa, Rabu, 14 April 2021.

    Andi mengaku bahwa pada waktu penyusunan menteri di awal pemerintahan Jokowi-Amin, ia memang diminta masuk kabinet. "Tapi saya menyampaikan kepada presiden bahwa saya lebih baik berada di posisi saya sekarang sebagai presiden komisaris BUMN," ujarnya.

    Presiden Komisaris PT Pembangunan Perumahan (PP) ini menyatakan sudah merasa nyaman berada di luar kabinet Jokowi sebagai presiden buruh. Seandainya pun diminta lagi masuk kabinet, Andi menyebut akan tetap konsisten pada jawaban sebelumnya.

    "Saya sudah menetapkan hati untuk tetap berada di luar kabinet. Saya merasa lebih nyaman dan bisa menyampaikan apapun kepada presiden," tutur Andi Gani.

    Sampai saat ini, ia mengaku tidak tahu-menahu soal isu reshuffle kabinet. "Kalau untuk urusan reshuffle kita serahkan semuanya kepada presiden. Saya yakin presiden akan memutuskan yang terbaik, saya tidak tahu kapan. Banyak pihak bertanya kapan akan terjadi reshuffle, tetapi memang dengan adanya peleburan dua kementerian pasti akan ada terjadi pergantian ataupun posisi sekarang tetap dan hanya berganti nama saja," ujar dia.

    Sejumlah pengamat politik memprediksi rencana peleburan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) serta pembentukan Kementerian Investasi, akan diikuti dengan reshuffle kabinet. Prediksi utak atik kabinet pun bermunculan.

    Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Juri Ardiantoro mengatakan, belum tentu kebijakan peleburan dan pembentukan kementerian itu diikuti dengan reshuffle kabinet Jokowi. "Kebijakan peleburan dan pembentukan kementerian itu iya, tapi apakah itu akan diikuti dengan reshuffle, hanya presiden yang tahu," ujar Juri saat dihubungi Tempo, Rabu, 14 April 2021.

    Baca juga: Ngabalin Sebut Jokowi Akan Segera Lantik Menteri Baru

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H