Ngabalin Sebut Jokowi Akan Segera Lantik Menteri Baru

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin tiba bersama kuasa hukumnya Razman Arif Nasution di Direktorat Kriminal Khusus (Drikrimsus), Polda Metro Jaya, Rabu, 23 Desember 2020. Dua pihak tersebut menuding Ngabalin jadi aktor di balik operasi tangkap tangan (OTT) eks Menteri KKP Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin tiba bersama kuasa hukumnya Razman Arif Nasution di Direktorat Kriminal Khusus (Drikrimsus), Polda Metro Jaya, Rabu, 23 Desember 2020. Dua pihak tersebut menuding Ngabalin jadi aktor di balik operasi tangkap tangan (OTT) eks Menteri KKP Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menyatakan Presiden Jokowi akan segera melantik dua menteri baru. Pelantikan tersebut merespons peleburan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) serta pembentukan Kementerian Investasi yang disetujui DPR.

    Menurut Ngabalin, pelantikan akan digelar pekan ini atau paling lama pekan depan. "Kalau bukan pekan ini, pekan depan. Karakter kepemimpinan Pak Jokowi itu kan tidak suka menunda-nunda, tidak suka memperlambat, selalu mengambil keputusan cepat dan tepat," ujar Ngabalin saat dihubungi Tempo pada Rabu, 14 April 2021.

    Ngabalin menuturkan Jokowi akan bergerak cepat setelah DPR menyetujui rencana penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud menjadi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi serta pembentukan Kementerian Investasi. Jokowi akan segera melantik Menteri Dikbud/Ristek dan Menteri Investasi.

    "DPR sudah kirim kembali surat ke presiden. Menterinya (Menristek) sudah pamit. Artinya, ada nomenklatur baru, harus dilantik lagi menterinya yang baru. SK baru," ujarnya.

    Namun, Ngabalin belum bisa memastikan apakah peleburan dan pembentukan kementerian baru ini akan diikuti reshuffle kabinet. "Bahwa momentum ini akan diikuti geser sana sini, itu belum tahu, karena menjadi hak prerogatif presiden," ujar Ngabalin.

    Baca juga: Isu Reshuffle, Pengamat Prediksi Jokowi Kembalikan Kemendikbud ke Muhammadiyah

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.