KPK Geledah 2 Lokasi di Makassar Terkait Kasus Suap Nurdin Abdullah

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Gubernur Sulawesi Selatan (nonaktif), Nurdin Abdullah, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 8 Maret 2021. Nurdin diperiksa dalam tindak pidana korupsi kasus suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020-2021. TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka Gubernur Sulawesi Selatan (nonaktif), Nurdin Abdullah, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung KPK, Jakarta, Senin, 8 Maret 2021. Nurdin diperiksa dalam tindak pidana korupsi kasus suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2020-2021. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah dua lokasi ihwal perkara dugaan suap pembangunan infrastruktur yang menyeret Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Nurdin Abdullah

    "Yaitu di rumah kediamanan pemilik PT Purnama Karya Nugraha di Kecamatan Marisol, Kota Makassar, dan kantor PT Purnama Karya Nugraja di Jalan G. Lokon, Kota Makassar. Penggeledahan dilakukan kemarin, 13 April 2021," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis pada Rabu, 14 April 2021. 

    Ali mengatakan, dari penggeledahan, penyidik menyita barang bukti berupa barang elektronik yang diduga terkait dengan perkara. "Selanjutnya bukti-bukti ini akan segera diverifikasi dan dianalisa untuk melengkapi berkas perkara penyidikan," kata dia. 

    Dalam perkara ini, KPK menetapkan Nurdin menjadi tersangka. Selain Nurdin, KPK juga telah menetapkan dua tersangka lainnya, yakni Edy Rahmat selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Provinsi Sulsel atau orang kepercayaan Nurdin dan Agung Sucipto selaku kontraktor/Direktur PT Agung Perdana Bulukumba. 

    Nurdin Abdullah diduga menerima suap pembangunan infrastruktur total Rp5,4 miliar dengan rincian pada 26 Februari 2021 menerima Rp2 miliar yang diserahkan melalui Edy dari Agung.

    ANDITA RAHMA

    Baca: Suap Infrastruktur, KPK Periksa Anak Nurdin Abdullah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H