BMKG Prediksi Sebagian Indonesia Alami Hujan Lebat dan Kilat Hari ini

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cuaca mendung berpotensi turun hujan. Kredit: ANTARA

    Ilustrasi cuaca mendung berpotensi turun hujan. Kredit: ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang terjadi di sebagian wilayah Indonesia pada Sabtu, 10 April 2021.

    Menurut BMKG, hujan lebat disertai kilat serta angin kencang berpotensi mengguyur Aceh, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat. Lalu Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur.

    Selain itu, Kalimantan Utara, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Papua, Papua Barat, Sulawesi barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.

    Dalam ikhtisar cuaca harian BMKG disampaikan Siklon Tropis Seroja terpantau di Samudera Hindia selatan Jawa Tengah yang membentuk area pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) memanjang dari pesisir selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Selain itu terjadi pembentukan Low Level Jet yang memanjang di Samudera Hindia barat Australia bagian barat.

    Sementara Siklon Tropis Odette terpantau di Samudera Hindia barat daya Banten yang membentuk Low Level Jet yang memanjang di Samudra Hindia barat daya Banten.

    Kondisi ini menyebabkan peningkatan potensi penumbuhan awan hujan di sekitar sistem siklon tropis Seroja dan siklon tropis Odette. BMKG memperkirakan siklon tropis Seroja dan Odette ini meningkatkan kecepatan angin lebih dari 25 knots serta ketinggian gelombang lebih dari 2,5 meter di sepanjang Low Level Jet tersebut.

    Baca juga: BMKG Imbau Masyarakat Waspada Dampak Tidak Langsung Siklon Tropis Odette


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.