Personel Korlantas Diminta Antisipasi Terorisme di Ramadan dan Idul Fitri

Reporter:
Editor:

Ahmad Faiz Ibnu Sani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang kereta jarak jauh mengantre untuk memasuki Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis, 8 April 2021. Penutupan dilakukan sebagai tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat yang melarang mudik Lebaran 2021. TEMPO/Subekti.

    Penumpang kereta jarak jauh mengantre untuk memasuki Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis, 8 April 2021. Penutupan dilakukan sebagai tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat yang melarang mudik Lebaran 2021. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Istiono meminta jajarannya mengantisipasi adanya aksi terorisme selama bulan Ramadan dan Idul Fitri 2021.

     

    “Lakukan antisipasi aksi terorisme dan tingkatkan kewaspadaan dari segala kemungkinan dan lakukan tindakan tegas dan terukur," ujar Istiono melalui keterangan tertulis pada Jumat, 9 April 2021.

     

    Istiono juga memerintahkan seluruh jajaran Korlantas untuk memaksimalkan pengamanan di pusat kegiatan masyarakat, seperti rumah ibadah, pusat perbelanjaan, dan tempat wisata. Hal itu dilakukan supaya masyarakat tetap merasa aman dalam beraktifitas.

     

    “Harus menjadi perhatian bersama ini adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat menjelang pada saat dan pasca Idul Fitri serta pengamanan terhadap semua dinamika efektifitas masyarakat, guna meminimalisasi terjadinya gangguan," kata Istiono.

     

    Lebih lanjut, Istiono meminta anak buahnya meningkatkan pengamanan pada 26 April hingga 5 Mei atau sebelum hari raya tiba. Antisipasi dilakukan karena ia memprediksi masyarakat akan mudik duluan.

    Antipasi masyarakat mendahului mudik sebelum peniadaan mudik,” ucap Istiono terkait antisipasi aksi terorisme ini.

     

    Baca juga: 

    Munarman Duga Usaha Mengaitkan FPI dengan Gerakan Teroris Masih Berlanjut

    ANDITA RAHMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.