BMKG Minta NTB Hingga Jateng Waspada Dampak Tak Langsung Siklon Seroja

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Dwikorita Karnawati (ketiga dari kiri) dan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono (kedua dari kiri) saat menggelar konferensi pers di Kantor BMKG, Jakarta Pusat, Jumat 15 November 2019. BMKG menggelar konferensi pers terkait gempa berkekuatan 7,1 magnitudo dan berpotensi tsunami di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Tempo/Dias Prasongko

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Dwikorita Karnawati (ketiga dari kiri) dan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono (kedua dari kiri) saat menggelar konferensi pers di Kantor BMKG, Jakarta Pusat, Jumat 15 November 2019. BMKG menggelar konferensi pers terkait gempa berkekuatan 7,1 magnitudo dan berpotensi tsunami di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Tempo/Dias Prasongko

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan Siklon Tropis Seroja mulai bergerak menjauhi wilayah Indonesia dan menuju ke Samudera Hindia, tepatnya ke sebelah barat Australia. BMKG pun memprediksi pada 8-9 April 2021 pengaruh Siklon Seroja sudah semakin melemah di kawasan Nusa Tenggara Timur.

    "Pengaruh Siklon Seroja ini sudah semakin melemah, meskipun dapat juga berkembangnya semakin kuat ke arah barat daya," kata Dwikorita dalam konferensi pers, Rabu malam, 7 April 2021.

    Dwikorita mengatakan Siklon Tropis Seroja masih berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. Namun untuk wilayah NTT, diprediksi intensitas hujan kian menurun dari hujan sangat lebat menjadi lebat, sedang, kemudian diharapkan menjadi hujan ringan.

    Meski begitu, Dwikorita mengatakan beberapa provinsi lainnya perlu waspada terhadap dampak tak langsung pergerakan Siklon Seroja ke arah Samudera Hindia. "Perlu ada kewaspadaan untuk wilayah Bali, NTB, Jawa Timur Yogyakarta, dan Jawa Tengah dari pengaruh tidak langsung Siklon Seroja yang menjauh ini," ujar Dwikorita.

    Selain itu, Dwikorita melanjutkan, Siklon Seroja masih berdampak pada potensi tinggi gelombang hingga ketinggian 2,5-4 meter di perairan selatan Pulau Jawa dan NTB, Samudera Hindia selatan Pulau Jawa hingga Bali, dan perairan selatan Pulau Sumba hingga Pulau Rote.

    Ada pula potensi tinggi gelombang mencapai 4-6 meter yang berpeluang terjadi di perairan selatan NTB hingga selatan Pulau Sumba.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.