BMKG Minta NTB Hingga Jateng Waspada Dampak Tak Langsung Siklon Seroja

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Dwikorita Karnawati (ketiga dari kiri) dan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono (kedua dari kiri) saat menggelar konferensi pers di Kantor BMKG, Jakarta Pusat, Jumat 15 November 2019. BMKG menggelar konferensi pers terkait gempa berkekuatan 7,1 magnitudo dan berpotensi tsunami di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Tempo/Dias Prasongko

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Dwikorita Karnawati (ketiga dari kiri) dan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono (kedua dari kiri) saat menggelar konferensi pers di Kantor BMKG, Jakarta Pusat, Jumat 15 November 2019. BMKG menggelar konferensi pers terkait gempa berkekuatan 7,1 magnitudo dan berpotensi tsunami di Sulawesi Utara dan Maluku Utara. Tempo/Dias Prasongko

    Dwikorita mengatakan BMKG terus melakukan mitigasi dengan menyebarkan informasi kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat melalui berbagai kanal. Namun ia pun menjelaskan, terbentuknya Siklon Seroja di wilayah tropis seperti Indonesia berlangsung dengan amat cepat.

    Ia mengatakan proses terjadinya siklon di daerah tropis berbeda dengan yang terjadi di Hongkong, Jepang, hingga Amerika yang berada di garis lintang tinggi. Di daerah-daerah itu, proses pembentukan siklon bisa lebih panjang bahkan memerlukan waktu lebih dari satu pekan.

    Proses pembentukan siklon yang cepat di kawasan tropis disebutnya menyebabkan informasi mitigasi itu pun berlangsung dalam waktu pendek, yaitu sekitar tiga hari. Dwikorita mengatakan, BMKG menyampaikan informasi untuk mitigasi pun mengikuti fenomena tersebut.

    "Fenomenanya tidak sama dengan subtropis. Standar prosedur yang dilakukan BMKG mengikuti fenomena itu. Nanti hilangnya juga sangat cepat, ini besok atau hari ini sudah mulai pergi. Itulah yang membuat peringatan dini itu tidak bisa rentangnya panjang," ujar Dwikorita.

    Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo mengatakan informasi dari BMKG selalu menjadi perhatian lembaganya. "Dan kami imbau semua pihak untuk bisa mengikuti informasi yang disampaikan BMKG," kata Doni.

    BACA: BMKG: Siklon Tropis Seroja Diprediksi Meningkat 24 Jam Ke Depan


    BUDIARTI UTAMI PUTRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.