Korban Banjir Bandang NTT Bakal Dapat Rp 10-15 Juta untuk Perbaiki Rumah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga menyaksikan rumah yang rusak akibat banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu, 4 April 2021. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari. ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD Flores Timur

    Sejumlah warga menyaksikan rumah yang rusak akibat banjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu, 4 April 2021. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari. ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD Flores Timur

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akan memberikan bantuan dana untuk pembangunan rumah korban banjir bandang Nusa Tenggara Timur (NTT). Nominalnya berkisar Rp10-50 juta tergantung kondisi kerusakan.

    "Pemerintah sebagaimana ditugaskan presiden, BNPB itu akan membangun rumah yang rusak berat, rusak sedang, rusak ringan. Di mana anggaran yang disiapkan untuk rusak berat Rp50 juta, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta," ujar Kepala BNPB Doni Monardo dalam konferensi pers daring, Selasa, 6 April 2021.

    Banjir bandang, tanah longsor, dan angin kencang menerjang 11 kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur pada Ahad lalu. Kondisi terparah terjadi di Kabupaten Flores Timur, Alor, dan Lembata. Daerah lain juga dilanda bencana serupa, seperti Kota Kupang, Kabupaten Malaka Tengah, Ngada, Sumba Timur, Rote Ndao, Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan, dan Ende.

    Sesuai dengan data BNPB hingga pukul 21.00 kemarin, tercatat 84 korban meninggal, 15 orang luka-luka, dan 71 orang dinyatakan hilang. Ratusan rumah juga hancur dan hilang diterjang bah.

    Sementara menunggu bantuan pembangunan rumah cair, pemerintah akan memberi dana tunggu hunian kepada pengungsi. Hal ini dilakukan agar tidak terlalu banyak terjadi kerumunan di tempat pengungsian.

    "Kami akan upayakan pengungsi bisa semaksimal mungkin menyewa rumah keluarga mereka dengan cara memberikan dana tunggu hunian kepada tiap keluarga setelah pemerintah daerah mengajukan usulan ke BNPB," ujar Doni.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.