BMKG: NTT Terancam Dilanda Cuaca Ekstrem Lagi Dini Hari Nanti

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah rumah tertutup lumpur pascabanjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu, 4 April 2021. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari. ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD Flores Timur

    Sejumlah rumah tertutup lumpur pascabanjir bandang di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Minggu, 4 April 2021. Berdasarkan data BPBD Kabupaten Flores Timur sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat banjir bandang yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi pada minggu dini hari. ANTARA FOTO/HO/Dok BPBD Flores Timur

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membuat peringatan cuaca ekstrem kembali terjadi di Nusa Tenggara Timur, pada Senin dini hari, 5 April 2021. Hal ini merupakan kelanjutan dari cuaca ekstrim yang sudah terjadi sejak Ahad dini hari, 4 April 2021.

    "Tampaknya sekitar pukul 19.00 malam tadi BMKG tim di Jakarta Tropical Cyclone Warning Center BMKG menyatakan bahwa sekitar pukul 01.00 WIB bibit siklon itu akan berkembang menjadi benar-benar siklon yang dikhawatirkan dampaknya akan semakin menguat," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, dalam konferensi pers Ahad malam, 4 April 2021.

    Cuaca ekstrim di NTT telah menyebabkan bencana hidrometeorologi di Flores. Data terkahir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahkan menyebut setidaknya 41 orang tewas dalam bencana banjir bandang di Flores.

    Baca: BNPB Laporkan 5 Warga Meninggal Akibat Banjir Bandang di Flores Timur

    Dwikorita mengatakan cuaca ekstrim di Flores disebabkan oleh bibit siklon yang sudah terpantau sejak 2 April lalu. BMKG, sudah memberi peringatan adanya cuaca buruk sejak saat itu.

    "Keberadaan bibit tersebut telah menimbulkan terjadinya cuaca ekstrem sesuai prediksi terutama hujan sangat lebat dan angin kencang, Gelombang laut tinggi dan berdampak pada bencana hidrometeorologi di beberapa wilayah di NTT," kata dia.

    Dengan potensi perubahan dari bibit siklon ke siklon sesungguhnya, Dwikorita khawatir dampak yang ditimbulkan semakin besar. Berdasarkan analisis terbaru BMKG, Dwikorita mengatakan bibit itu berada di posisi perairan Kepulauan Rote NTT, atau sekitar 24 kilometer sebelah Barat Daya Kupang, dengan pergerakan sistem ke arah Timur hingga Timur Laut dengan kecepatan 6 km per jam.

    "Diperkirakan bibit siklon masih akan menguat dan mencapai intensitas siklon tropis pada dini hari hingga pagi hari, sekitar 6-12 jam ke depan," kata Dwikorita.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.