Deretan Anak Muda di Bawah Usia 30 Tahun yang Menjadi Pelaku Terorisme

Personel kepolisian memegang senjata laras panjang saat melakukan pengamanan ketat di pintu masuk Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 1 April 2021. Aksi terorisme di Mabes Polri pada kemarin sore dilakukan oleh seorang perempuan yang membawa senjata dan menembakkannya kepada sejumlah polisi. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta – Sejumlah anak muda di bawah usia 30 tahun menjadi pelaku aksi terorisme dalam 12 tahun terakhir. Baru-baru ini, milenial berumur 26 tahun menyerang Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia atau Mabes Polri dengan senjata tembak airgun berkaliber 4,5 milimeter.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR Puan Maharani prihatin atas fenomena generasi muda yang menjadi pelaku teror. "Ada pelaku teror dari kalangan muda, generasi milenial, dan keluarga, ini sangat mengkhawatirkan dan menyedihkan," kata Puan dalam keterangan tertulis, Kamis, 1 April 2021.

Pada 2017, data Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menunjukkan pelaku terorisme mayoritas berasal dari kelompok anak muda. Data lembaga tersebut menyebutkan 11,8 persen pelaku terorisme berusia di bawah 21 tahun dan 47,3 persen berada di rentang 21-30 tahun.

Berikut ini daftar anak muda yang menjadi pelaku terorisme selama 2009 hingga 2021.

1. Nana Ikhwan Maulana (28 tahun)

Nana adalah pelaku bom bunuh diri dalam insiden bom bunuh diri di Hotel Ritz-Carlton pada 17 Juli 2009. Ia adalah warga Desa Labuan, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten. Nana pernah bekerja di Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Labuan selama tiga bulan. Dia lalu pamit dengan keluarganya mencari kerja di Jakarta sebelumnya akhirnya menjadi pelaku terorisme. Nana menjalankan misinya bersama Dani Dwi Permana. Sebelum beraksi, Nana melakukan survei di Hotel Ritz-Carlton pada 8 Juli 2009.

2. Dani Dwi Permana (18 tahun)

Dani juga merupakan pelaku bom bunuh diri di Hotel Ritz-Carlton pada 17 Juli 2009. Sebelum beraksi, ia menghilang tanpa kabar sejak awal Juni 2009. Dani tinggal di rumah kontrakan di Blok DD-14, nomor 5 Perumahan Candraloka, Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. Dani merupakan anak kedua dari Zulkifli Aroni.

3. Sultan Azianzah (22 tahun)

Sultan Azianzah adalah pelaku penyerang pos lalu lintas Cikokol pada 2016. Ia menyerang tiga anggota polisi menggunakan golok serta melempar sumbu menyerupai bahan peledak sebanyak dua batang. Akibat aksinya, Sultan dilumpuhkan dengan tembakan oleh polisi di lokasi teror. Sultan pun meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Kala itu, polisi menduga ia anggota jaringan ISIS.

4. Rabbial Muslim Nasution (24 tahun pelaku)

Rabbial merupakan pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada 13 September 2019. Ia adalah mahasiswa. Saat menjalankan aksinya, Rabbial menyamar menjadi pengemudi ojek online. Polisi mengendus Rabbial memiliki kaitan dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Menurut penyelidikan, aksi itu melibatkan 22 orang lainnya yang tergabung dalam satu jaringan.

5. Tendi (23 tahun)

Tendi merupakan pelaku penusukan Bripka Frence. Insiden penusukan terjadi di halaman Intel Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Mei 2018. Tendi merupakan mahasiswa yang berasal dari Desa Buniara, Tanjungsiang, Subang, Jawa Barat. Ia tewas ditembak polisi setelah menajalankan aksinya.

6. Lukman (26 tahun)

Lukman adalah pelaku bom bunuh diri Gereja Katedral Makassar, Maret 2021. Ia menjalankan aksi bersama istrinya, Dewi. Lukman meninggalkan surat wasiat setelah melakukan aksi terorisme. Ia berpesan kepada ibunya untuk menghindari riba. Polisi masih terus mengembangkan kasus bom Makassar dan jaringan yang mungkin terkait dengan insiden tersebut.

7. Zakiah Aini (25 tahun)

Zakiah merupakan pelaku yang menyerang Mabes Polri pada Rabu, 31 Maret 2021. Ia menggunakan senjata airgun yang sudah dimodifikasi ketika beraksi. Airgun yang digunakan ZA memiliki peluru kaliber 4,5 milimeter dan gas C02 sebagai pendorong peluru. Zakiah tewas ditembak setelah melancarkan aksinya.

Zakiah merupakan mantan mahasiswa Universitas Gunadarma, Depok. Zakiah terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi dengan jenjang S2 sejak 2013. Namun, ia tak berkuliah lagi selama 4 semester atau dua tahun dengan status kemahasiswaan yang dicabut.

FRANCISCA CHRISTY ROSANA | TIM TEMPO






Mabes Polri Menyebut Tidak Ada Anggota Terlibat Peretasan Awak Narasi TV

1 jam lalu

Mabes Polri Menyebut Tidak Ada Anggota Terlibat Peretasan Awak Narasi TV

Kadiv Humas Polri Dedi Prasetyo megatakan tidak ada anggota kepolisian yang terlibat peretasan akun digital milik sejumlah awak redaksi Narasi TV


India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

1 hari lalu

India Bekukan Kelompok Islam PFI, Dituding Lakukan Terorisme

Pemerintah India membekukan kelompok Islam Popular Front of India (PFI) dan afiliasinya karena dinilai terlibat "terorisme"


Kasus Obstruction of Justice Brigadir J Lambat Tuntas, Pemerhati Hukum Desak Jokowi Lakukan Terobosan

1 hari lalu

Kasus Obstruction of Justice Brigadir J Lambat Tuntas, Pemerhati Hukum Desak Jokowi Lakukan Terobosan

Pemerhati hukum mendesak kasus obstruction of justice dalam kasus Brigadir J agar cepat dituntaskan


Sidang Kasus Terorisme Farid Okbah di PN Jaktim Digelar Tertutup

3 hari lalu

Sidang Kasus Terorisme Farid Okbah di PN Jaktim Digelar Tertutup

Sidang kasus terorisme dengan tersangka Farid Okbah digelar secara tertutup. Agenda sidang pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.


Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

4 hari lalu

Kepala BNPT Bilang Media Sosial Kerap Disalahgunakan Kelompok Teror

Kepala BNPT Boy Rafli Amar mengatakan keberadaan media sosial kerap disalahgunakan kelompok teror untuk menebar propaganda menciptakan perpecahan.


Pertimbangan di Balik Ditolaknya Banding Ferdy Sambo

9 hari lalu

Pertimbangan di Balik Ditolaknya Banding Ferdy Sambo

Penolakan banding yang diajukan oleh Ferdy Sambo didasarkan pada perilaku yang dilakukan oleh Sambo termasuk perbuatan tercela dan,,,


Banding PTDH Ditolak, Pemecatan Ferdy Sambo Sudah Final

10 hari lalu

Banding PTDH Ditolak, Pemecatan Ferdy Sambo Sudah Final

Adapun keputusan sidang banding ini akan diserahkan kepada Ferdy Sambo dalam waktu 3-5 hari.


Polri Tidak akan Gelar Seremoni Pemecatan Ferdy Sambo

10 hari lalu

Polri Tidak akan Gelar Seremoni Pemecatan Ferdy Sambo

Keputusan banding bersifat final dan mengikat, sehingga tidak ada lagi upaya hukum yang bisa dilakukan Ferdy Sambo.


Banding Ditolak, Ferdy Sambo Resmi Dipecat sebagai Anggota Polri

10 hari lalu

Banding Ditolak, Ferdy Sambo Resmi Dipecat sebagai Anggota Polri

Sidang banding tidak menghadirkan pelanggar atau Ferdy Sambo maupun pendampingnya.


Disangka Bantu Bjorka, Pemuda Madiun Dijerat Empat Pasal UU ITE

10 hari lalu

Disangka Bantu Bjorka, Pemuda Madiun Dijerat Empat Pasal UU ITE

Merujuk hasil interogasi pihak kepolisian, motif MAH membantu Bjorka adalah ingin terkenal dan memperoleh banyak uang.