Jokowi: Jadikan Peringatan Nyepi Momentum Introspeksi dan Jaga Keharmonisan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi berpidato pada perayaan Tawur Agung Kesanga tahun 1937 Saka di pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, 20 Maret 2015. Kegiatan rangkaian puncak Hari Raya Nyepi tahun ini diikuti ribuan umat Hindu dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. TEMPO/Pius Erlangga.

    Presiden Jokowi berpidato pada perayaan Tawur Agung Kesanga tahun 1937 Saka di pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta, 20 Maret 2015. Kegiatan rangkaian puncak Hari Raya Nyepi tahun ini diikuti ribuan umat Hindu dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. TEMPO/Pius Erlangga.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi secara virtual menyampaikan ucapan selamat berhari raya bagi segenap umat Hindu di Tanah Air pada peringatan Dharma Santi Nasional Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1943.

    "Atas nama pemerintah dan pribadi, saya menyampaikan selamat Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1943 kepada umat Hindu di seluruh Tanah Air Indonesia," ujar Jokowi dalam sambutannya yang ditayangkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Sabtu, 27 Maret 2021.

    Kepala Negara juga berterima kasih atas pelaksanaan rangkaian peringatan Hari Suci Nyepi yang tetap menerapkan protokol kesehatan. Peringatan Hari Suci Nyepi yang menjalankan protokol kesehatan dinilai selaras dengan nilai-nilai Nyepi itu sendiri yang menuntun umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian. Nilai-nilai tersebut meliputi amati geni (tidak menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).

    "Dengan menjalankan rangkaian Nyepi ini umat Hindu memberikan jeda waktu kepada alam semesta untuk menata kembali keseimbangannya, memuliakan alam, juga memuliakan harkat dan martabat kemanusiaan kita," tuturnya.

    Dharma Santi Nasional Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1943 bertemakan "Kolaborasi dalam Harmoni Menuju Indonesia Maju" kali ini dipusatkan di Candi Prambanan, Yogyakarta, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Berbicara mengenai Candi Prambanan, Kepala Negara menjelaskan bahwa pembanguan candi tersebut berdampingan dengan Candi Sewu yang bercorak Buddha.

    Hal itu menjelaskan bahwa di masa itu toleransi dan hidup rukun antarumat beragama sudah menjadi keseharian bangsa Indonesia.

    "Ini mengajarkan kepada kita semua bahwa toleransi dan hidup rukun berdampingan antarumat beragama sudah dipraktikan sejak dulu. Bhinneka tunggal ika merupakan DNA bangsa Indonesia," kata Jokowi.

    Candi Prambanan yang telah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai situs warisan dunia telah membuktikan keunggulan bangsa kita di masa lalu. Warisan sejarah tersebut amat potensial untuk dikembangkan dan dimanfaatkan demi kemajuan bangsa serta sebagai sumber pembelajaran nilai-nilai luhur bangsa.

    Kepala Negara, dalam pesan Nyepi yang disampaikannya tersebut, juga mengajak seluruh umat Hindu di Indonesia untuk menjadikan peringatan Nyepi tahun ini sebagai momentum introspeksi diri sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan dan keseharian.

    "Saya mengajak umat Hindu di seluruh Tanah Air menjadikan peringatan Nyepi tahun ini menjadi momentum untuk introspeksi serta menata kembali sikap dan perilaku kita dalam menjaga keharmonisan dengan alam, dengan sesama, dan dengan Sang Pencipta sehingga pergantian tahun baru Saka ini akan bisa memberikan vibrasi positif bagi kehidupan kita," tutur Jokowi.

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jadwal Imsakiyah dan Puasa Ramadhan 1442 H - 2021 M

    Ini jadwal puasa dan imsakiyah Ramadhan 1442 H yang jatuh pada 13 April hingga 12 Mei 2021, Idul Fitri 1 Syawal 1442 H jatuh pada 13 Mei 2021.