Tak Ada Surat Kuasa, Sidang Gugatan Marzuki Alie Terhadap AHY Diskors

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua DPR RI, Marzuki Alie, meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan terkait dengan korupsi e-KTP, di Jakarta, Selasa, 26 Juni 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    Mantan Ketua DPR RI, Marzuki Alie, meninggalkan gedung KPK setelah menjalani pemeriksaan terkait dengan korupsi e-KTP, di Jakarta, Selasa, 26 Juni 2018. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Rosmina memutuskan menskors persidangan gugatan mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

    "Persidangan kita skors sampai jam 1 siang," kata Rosmina di PN Jakarta Pusat, Selasa, 23 Maret 2021.

    Alasan majelis hakim menskors persidangan karena kuasa hukum Marzuki Alie cs tidak bisa menunjukkan surat kuasa. "Kalau tidak bisa menunjukkan surat kuasa, saudara dianggap tidak hadir," kata Rosmina.

    Kuasa hukum Marzuki Alie cs, Slamet Hasan, menjelaskan bahwa surat kuasa asli masih dalam proses di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). "Kebetulan semua surat kuasa di PTSP, kita belum dapat salinan," ujar Slamet.

    Dalam gugatan ini, Marzuki Alie bersama sejumlah kader yang dipecat, seperti Tri Yulianto, Achmad Yahya, Damrizal, Yus Sudarso, Syofwatillah Mohzai, turut menjadi penggugat.

    Mereka menggugat Agus Harimurti Yudhoyono, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca Pandjaitan soal pemecatan dari partai.

    Dalam pokok perkara, Marzuki Alie cs meminta majelis hakim menyatakan tidak sah dan atau batal demi hukum seluruh perbuatan atau putusan tergugat terkait pemberhentian penggugat.

    Baca juga: Survei: Isu Pelengseran AHY Dongkrak Elektabilitas Demokrat, PDIP Jeblok

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto