BPOM: Vaksin Astrazeneca Bisa Mulai Digunakan

Reporter

Editor

Amirullah

Karyawan membongkar muat "envirotainer" berisi vaksin COVID-19 AstraZeneca saat tiba di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Senin, 8 Maret 2021. Sebanyak 1,1 juta dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca bagian awal dari batch pertama skema kerja sama global untuk vaksin dan imunisasi (GAVI) COVAX Facility tiba di Bio Farma yang selanjutnya akan diproses dan didistribusikan guna mempercepat target vaksinasi yang merata ke seluruh penduduk Indonesia. ANTARA FOTO/Novrian Arbi

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah merilis hasil kajian mereka terhadap Vaksin Astrazeneca yang baru masuk ke Indonesia. Hasilnya, BPOM menyatakan vaksin asal Inggris itu bisa mulai digunakan.

"Manfaat pemberian vaksin Covid-19 AstraZeneca lebih besar dibandingkan risiko yang ditimbulkan, sehingga vaksin Covid-19 AstraZeneca dapat mulai digunakan," kata BPOM dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 19 Maret 2021.

Sebelumnya, diketahui penggunaan Vaksin Astrazeneca sempat ditunda karena adanya kasus pembekuan darah pada penggunanya di Eropa. Namun dari pertimbangan BPOM, dan berdasarkan pembahasan terkait dampak ini di pertemuan khusus baik di WHO maupun badan otoritas regulatori obat di Eropa (European Medicines Agency) alias EMA, vaksin akan tetap digunakan.

Dari pembahasan itu, dijelaskan bahwa Tromboemboli merupakan kejadian medis yang sering dijumpai dan merupakan penyakit kardiovaskuler nomor 3 terbanyak berdasarkan data global. Namun tidak ditemukan bukti peningkatan kasus ini setelah penggunaan vaksin AstraZeneca.

"EMA juga menekankan bahwa tidak ada permasalahan terkait kualitas vaksin AstraZeneca secara menyeluruh ataupun dengan bets tertentu," kata BPOM.

Selain itu, BPOM juga mencatat beberapa negara Eropa yang semula menangguhkan vaksinasi menggunakan AstraZeneca, telah memutuskan untuk melanjutkan kembali program vaksinasi dengan vaksin tersebut. Hal ini dilakukan setelah mereka mendapatkan penjelasan EMA dan mempertimbangkan manfaat vaksin lebih besar daripada risikonya.

Atas dasar tersebut dan masih tingginya kasus Covid-19 di Indonesia, BPOM mengatakan pemberian vaksinasi mungkin dapat menimbulkan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI), namun risiko kematian akibat Covid-19 jauh lebih tinggi. Oleh karena itu, mereka mengatakan masyarakat tetap harus mendapatkan vaksinasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Selain itu, dalam informasi produk vaksin AstraZeneca, BPOM mengatakan telah dicantumkan peringatan kehati-hatian penggunaan vaksin pada orang dengan trombositopenia dan gangguan pembekuan darah.

Hal ini menguatkan keputusan untuk memastikan Astrazeneca akan tetap digunakan. BPOM juga mengatakan AstraZeneca yang diterima di Indonesia melalui COVAX facility, diproduksi di Korea Selatan dengan jaminan mutu sesuai standar persyaratan global untuk Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB).

"Badan POM bersama Kementerian Kesehatan dan KOMNAS PP KIPI terus memantau keamanan vaksin yang digunakan di Indonesia dan menindaklanjuti isu setiap kejadian ikutan Pasca Imunisasi," kata BPOM.






Wings Group Buka Suara soal Mie Sedaap yang Ditarik dari Pasar Hong Kong

2 hari lalu

Wings Group Buka Suara soal Mie Sedaap yang Ditarik dari Pasar Hong Kong

Wings Group Indonesia menjelaskan Mie Sedaap diproduksi dengan menaati regulasi dari badan terkait untuk memenuhi standar keamanan pangan yang berlaku.


Kasus Covid-19 Hari Ini Tambah .1411 Orang, Terbanyak dari Jakarta

5 hari lalu

Kasus Covid-19 Hari Ini Tambah .1411 Orang, Terbanyak dari Jakarta

Kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 1.411 pada hari ini. Kasus terbanyak disumbang oleh DKI Jakarta yaitu 580 orang.


Mengenal Bahaya Antioksidan Buatan

9 hari lalu

Mengenal Bahaya Antioksidan Buatan

Antioksidan buatan berbahaya bila dikonsumsi berlebihan.


Pentingnya Vaksinasi Covid-19 di tengah Peluang Endemi

11 hari lalu

Pentingnya Vaksinasi Covid-19 di tengah Peluang Endemi

Salah satu dari enam rekomendasi WHO untuk menuju endemi di dunia adalah cakupan vaksinasi Covid-19 100 persen, khususnya pada lansia dan nakes.


Pakar IPB: Pelabelan BPA Membuat Masyarakat Indonesia Aman

15 hari lalu

Pakar IPB: Pelabelan BPA Membuat Masyarakat Indonesia Aman

BPA tidak hanya ditemukan dalam campuran plastik keras polikarbonat, tapi marak pula di dalamkemasan kaleng, botol bayi atau dot


BPOM Buka Suara Soal Kecap ABC Ditarik di Singapura

21 hari lalu

BPOM Buka Suara Soal Kecap ABC Ditarik di Singapura

BPOM memastikan produk ABC yang juga beredar di Indonesia itu aman dikonsumsi.


Vaksin Covid-19, Cina Pengguna Vaksin Isap Pertama di Dunia

22 hari lalu

Vaksin Covid-19, Cina Pengguna Vaksin Isap Pertama di Dunia

Vaksin tanpa jarum ini adalah yang pertama mengantongi EUA dari antara 100 lebih vaksin Covid-19 oral ataupun nasal yang sedang dikembangkan di dunia.


Vaksin Covid-19: Bio Farma Klaim Siap Produksi IndoVac, Bibit dari Amerika

23 hari lalu

Vaksin Covid-19: Bio Farma Klaim Siap Produksi IndoVac, Bibit dari Amerika

Bio Farma tengah menyusun laporan hasil uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 yang dinamai IndoVac.


Seluruh Daerah di Indonesia Berstatus PPKM Level 1

24 hari lalu

Seluruh Daerah di Indonesia Berstatus PPKM Level 1

Berdasarkan masukan dari para ahli seluruh daerah di Indonesia berstatus PPKM Level 1 walaupun tingkat positif masih di atas standar WHO.


Terkini Bisnis: Dampak Konsumsi Batu Bara Cina Naik, Ekspor Timah Bangka Belitung

27 hari lalu

Terkini Bisnis: Dampak Konsumsi Batu Bara Cina Naik, Ekspor Timah Bangka Belitung

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Sabtu siang, 3 September 2022 antara lain tentang dampak konsumsi batu bara Cina naik.