Satgas Covid-19 Jelaskan Alasan Tetap Pakai Vaksin AstraZeneca

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Karyawan memeriksa

    Karyawan memeriksa "envirotainer" berisi vaksin COVID-19 AstraZeneca saat tiba di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Senin, 8 Maret 2021. Sebanyak 1,1 juta dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca bagian awal dari batch pertama skema kerja sama global untuk vaksin dan imunisasi (GAVI) COVAX Facility tiba di Bio Farma yang selanjutnya akan diproses dan didistribusikan guna mempercepat target vaksinasi yang merata ke seluruh penduduk Indonesia. ANTARA FOTO/Novrian Arbi

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengklaim vaksin AstraZeneca yang sudah tiba di Indonesia aman untuk digunakan. Hal itu disampaikan saat beberapa negara Eropa dan Asia Tenggara, seperti Thailand, telah menghentikan sementara penggunaan vaksin Covid-19 asal perusahaan farmasi Inggris tersebut. 

    Penghentian penggunaan vaksin AstraZeneca lantaran ada temuan Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI) berupa penggumpalan darah. Menurut Wiku, berdasarkan pernyataan European Medicine Agency, saat ini tidak ada indikasi bahwa vaksinasi AstraZaneca menyebabkan pembekuan darah.

    "Hal ini juga tidak terdaftar sebagai efek samping AstraZaneca," ujarnya lewat keterangan tertulis, Jumat, 13 Maret 2021. Berdasarkan fakta, kata Wiku, lebih dari 10 juta vaksin AstraZaneca yang telah digunakan tidak menunjukkan bukti risiko emboli paru atau trombosis vena dalam golongan usia, jenis kelamin dan golongan lainnya di negara-negara yang menggunakannya.

    Dari fakta tersebut, Wiku melanjutkan, bahwa jumlah kejadian sejenis ini secara signifikan lebih rendah daripada penerima suntikan vaksin Covid-19 dibandingkan angka kejadian pada masyarakat umum.

    Untuk saat ini Wiku menegaskan bahwa vaksin AstraZeneca akan tetap digunakan, kendati belum disuntikkan pada target vaksinasi nasional. Sebab masih mengikuti proses alokasi yang ditentukan Kementerian Kesehatan, serta menunggu sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

    Lalu untuk KIPI dari vaksin Covid-19 apapun, termasuk vaksin AstraZeneca, terus dipantau oleh fasilitas kesehatan pelaksana vaksinasi. Dan diawasi secara terpusat oleh Badan Pemeriksa Obat dan Makanan (BPOM) dan selanjutnya dianalisis lebih lanjut oleh Komnas KIPI.

    Baca juga: Vaksin AstraZeneca Dibatalkan Sejumlah Negara, Kemenkes: Kami Yakin dengan BPOM

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.