Satgas Berharap Angka Kematian dan Kasus Covid-19 Tak Naik Usai Liburan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito berbicara dalam sebuah konferensi pers, Jakarta, Kamis (29/10/2020). (ANTARA/Katriana)

    Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito berbicara dalam sebuah konferensi pers, Jakarta, Kamis (29/10/2020). (ANTARA/Katriana)

    TEMPO.CO, Jakarta - Satgas Covid-19 mengklaim tren kasus aktif Covid-19 terus menunjukkan penurunan. Untuk itu, masyarakat diharapkan tidak gegabah dalam memanfaatkan hari libur panjang Isra Miraj 1443 Hijriah, demi menjaga tren positif kasus Covid-19 atau penanganan pandemi Covid-19.

    "Tren penurunan kasus aktif harus terus dijaga agar nantinya kasus aktif dapat hilang," ujar Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam keterangannya, Sabtu, 13 Maret 2021.

    Selain menekan kasus aktif, pemerintah juga terus berupaya menekan angka kematian pasien Covid-19. Belajar dari pengalaman sebelumnya, kata Wiku, grafik perkembangan kasus kematian dari Maret-September 2020 mengalami tren kenaikan. Sempat menurun pada Oktober dan November namun kembali mengalami tren kenaikan hingga Januari 2021.

    Dalam kurun waktu Desember 2020 hingga Januari 2021 peningkatan tren angka kematian akibat Covid-19 terjadi seiring dengan adanya periode libur panjang Natal dan Tahun Baru. Secara jumlah, dari November 2020-Januari 2021, ada 4.252 kasus kematian atau meningkat lebih dari 100 persen dibandingkan Oktober 2020. "Ini artinya bahwa, terdapat implikasi kematian dari setiap event libur panjang," ujar Wiku.

    Sebagai perbandingan, pada bulan-bulan tanpa periode libur panjang, jumlah kematian akibat Covid-19 antara 50-900 kasus. Sementara pada bulan-bulan dengan libur panjang jumlah kematian meningkat tajam mencapai 1.000-2.000 orang.

    Oleh karena itu, Wiku meminta masyarakat bijak dalam menyikapi libur panjang karena secara langsung mempengaruhi jumlah orang yang meninggal. "Bayangkan dalam satu bulan, kita bisa kehilangan lebih dari 1.000 nyawa hanya karena memilih melakukan perjalanan dan berlibur," kata Wiku ihwal kasus Covid-19.

    Baca juga: Setahun Pandemi Covid-19, Cek Seberapa Efektif Vaksinasi Menekan Kasus Covid-19 

    DEWI NURITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman Ibadah Sholat Ramadan Saat Covid-19

    Pemerintah DKI Jakarta telah mengizinkan masjid ataupun mushola menggelar ibadah sholat dalam pandemi.