Kilas Balik Kasus Bukopin yang Bikin Sadikin Aksa Tersangka

Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sadikin Aksa menjelaskan kesiapan Sirkuit Mandalika menjadi arena balap MotoGP di Kantor Kemenpora, Selasa, 5 November 2019. TEMPO/Irsyan

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Reserse Kriminal Polri menetapkan mantan Direktur Utama PT Bosowa Corporindo Sadikin Aksa sebagai tersangka tindak pidana perbankan Rabu malam, 10 Maret 2021.  

Salah satu penyebab Sadikin ditetapkan sebagai tersangka, karena saat menjabat sebagai Dirut PT Bosowa Corporindo, Sadikin tidak melaksanakan perintah tertulis OJK tanggal 10 Juni 2020 dan tanggal 9 Juli mengenai Perintah Tertulis Pemberian Kuasa Khusus kepada tim technical assistance dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. Sanksinya, Bosowa tidak lulus sebagai pemegang saham pengendali.

Baca: Ini Alasan Bareskrim Tetapkan Sadikin Aksa Jadi Tersangka Soal Bank Bukopin

Berikut adalah kilas balik kasus Bank Bukopin yang melibatkan Bosowa dan menyeret nama Sadikin sebagai tersangka. Kilas balik kasus ini diambil dari wawancara Majalah Tempo dengan Presiden Komisaris PT Bosowa Corporindo Erwin Aksa pada 20 Juni 2020 dan beberapa sumber lainnya. 

  1. OJK larang Bosowa halangi investor lain di Bukopin

Pada 10 Juni 2020, datang surat perintah dari Otoritas Jasa Keuangan atau OJK kepada manajemen PT Bosowa Corporindo. Surat itu cukup menohok perusahaan, karena OJK melarang Bosowa melakukan tindakan apa pun yang bertujuan menghalangi masuknya investor lain dalam rangka peningkatan permodalan PT Bank Bukopin Tbk.  

Padahal dalam enam tahun sebelumnya, Bosowa menguasai bank tersebut dengan kepemilikan saham sebanyak 23,39 persen. Surat serupa dikirimkan OJK kepada pemegang saham Bukopin lain. 

"Berdasarkan surat 10 Juni, saya enggak boleh melakukan apa-apa. Saya tunduk pada OJK sesuai dengan surat 10 dan 11 Juni. Jangan lakukan apa pun, ancamannya pidana. Jangan bilang lempar handuk. Sejak kapan saya lempar handuk?" kata Erwin Aksa.

  1. Bank Bukopin Diambil Alih Kookmin Bank 

Belum selesai urusan pertama, OJK kembali mengguncang Bosowa dengan menyatakan Kookmin Bank, bank besar asal Korea Selatan, sebagai pemegang 22 persen saham Bukopin dan siap mengambil alih pengendalian bank yang tengah diterpa kesulitan likuiditas tersebut. 

Raksasa finansial asal Korea Selatan itu telah menempatkan dana US$ 200 juta—senilai Rp 2,8 triliun—di rekening penampung untuk meningkatkan kepemilikannya di Bukopin paling sedikit menjadi 51 persen.

  1. Alasan OJK terima investor luar di Bukopin 

Lewat siaran pers, Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik OJK Anto Prabowo menjelaskan surat tertanggal 10 Juni 2020 itu tidak hanya ditujukan kepada Sadikin Akasa, tapi juga kepada pemegang saham lain agar nelaksanakan komitmen memenuhi kebutuhan likuiditas dan permodalan Bukopin. Surat itu juga OJK kirimkan ke Kookmin. 

Jika tidak bisa memenuhi penyuntikan perluasan modal, pemegang saham tak dapat menghalangi investor baru yang akan memperbaiki kondisi perseroan. 

“Atas surat yang dimaksud, Kookmin Bank merespons dengan cepat dan menempatkan dana sebesar US$ 200 juta,” ucap Anto. "OJK mendukung Kookmin sebagai investor yang akan menjadi pemegang saham pengendali mayoritas Bukopin.”

  1. Jussuf Kalla minta bantuan Jokowi selamatkan Bukopin

Pada Rabu, 3 Juni 2020, mantan wakil presiden Jusuf Kalla bertandang ke Istana Negara sebagai Ketua Umum Palang Merah Indonesia untuk membicarakan penanganan pandemi Covid-19. Namun, di sela-sela pertemuan, kata dua sumber Tempo, Kalla berbicara kepada Jokowi agar pemerintah menyelamatkan Bukopin. 

Kalla, kata satu dari dua sumber Tempo, hanya membuka jalan. Setelahnya, giliran Direktur Utama Bosowa Corporindo Sadikin Aksa, adik Erwin, yang bergerak. “Sadikin sudah bilang Bosowa tidak ada masalah terdilusi oleh Himbara (Himpunan Bank Milik Negara),” ujarnya. Adapun beralihnya technical assistance dari BNI ke BRI, dia melanjutkan, disebabkan oleh adanya penolakan dari Komisaris Utama BNI Agus Martowardojo.

M JULNIS FIRMANSYAH l KHAIRUL ANAM 






OJK Sebut Literasi Keuangan Penting, Banyak Penipuan Berkedok Investasi

1 jam lalu

OJK Sebut Literasi Keuangan Penting, Banyak Penipuan Berkedok Investasi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menargetkan capaian inklusi keuangan sebesar 90 persen pada akhir 2024.


Daftar 18 Investasi Bodong yang Ditutup Satgas Sepanjang September

1 hari lalu

Daftar 18 Investasi Bodong yang Ditutup Satgas Sepanjang September

SWI memblokir situs, website, aplikasi, dan menyampaikan laporan keberadaan investasi bodong itu ke Bareskrim Polri.


Daftar Terbaru 105 Platform Pinjol Ilegal yang Ditutup Satgas Waspada Investasi OJK

1 hari lalu

Daftar Terbaru 105 Platform Pinjol Ilegal yang Ditutup Satgas Waspada Investasi OJK

OJK kembali menemukan 105 platform pinjaman online ilegal atau pinjol ilegal. Simak daftar lengkapnya di sini.


Temukan Lagi 105 Pinjol Ilegal, OJK Sejak 2018 Sudah Tutup 4.265 Aplikasi

1 hari lalu

Temukan Lagi 105 Pinjol Ilegal, OJK Sejak 2018 Sudah Tutup 4.265 Aplikasi

Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga akhir September 2022 menemukan 105 platform pinjaman online atau pinjol ilegal.


OJK Temukan 18 Investasi dan 105 Pinjol Ilegal: Money Game Paling Banyak

1 hari lalu

OJK Temukan 18 Investasi dan 105 Pinjol Ilegal: Money Game Paling Banyak

Satgas Waspada Investasi OJK menemukan 18 entitas yang melakukan penawaran investasi tanpa izin dan 105 pinjol ilegal pada September 2022.


Terpopuler Bisnis: Bahlil Ungkap Kondisi Dunia Gelap, Penghimpunan Dana Pasar Modal Rp 175,3 T

2 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Bahlil Ungkap Kondisi Dunia Gelap, Penghimpunan Dana Pasar Modal Rp 175,3 T

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Selasa dimulai dari Bahlil Lahadalia mengungkapkan kondisi global saat ini sangat gelap.


Sebut Kondisi Global Sangat Gelap, Bahlil Uraikan Banyaknya Fakta Ketidakpastian

2 hari lalu

Sebut Kondisi Global Sangat Gelap, Bahlil Uraikan Banyaknya Fakta Ketidakpastian

Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) Bahlil Lahadalia mengungkapkan kondisi global saat ini sangat gelap.


Terkini Bisnis: OJK Soal Penghimpunan Dana di Pasar Modal, Janji Freeport ke RI

3 hari lalu

Terkini Bisnis: OJK Soal Penghimpunan Dana di Pasar Modal, Janji Freeport ke RI

Berita terkini ekonomi bisnis hingga Selasa sore ini antara lain OJK menyatakan hasil penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp 175,3 triliun.


OJK Sebut Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tembus Rp 175,3 Triliun: Ada 48 Emiten Baru

3 hari lalu

OJK Sebut Penghimpunan Dana di Pasar Modal Tembus Rp 175,3 Triliun: Ada 48 Emiten Baru

Hingga 28 September 2022, OJK mencatat jumlah investor pasar modal sebanyak 9,76 juta Single Investor Identification (SID).


5 Fakta di Balik Kemenangan SBY dan JK Pada Pilpres 2004, Memicu Renggang dengan Megawati?

3 hari lalu

5 Fakta di Balik Kemenangan SBY dan JK Pada Pilpres 2004, Memicu Renggang dengan Megawati?

Hari ini, 4 Oktober 2004 diumumkan kemenangan SBY - JK sebagai presiden dan wapres periode 2004 - 2009. Berikut beberapa fakta menariknya.