Anggota TP3 Laskar FPI Temui Jokowi di Istana, Ada Amien Rais

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abdullah Hehamahua. TEMPO/Ratih Purnama

    Abdullah Hehamahua. TEMPO/Ratih Purnama

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Tim Pengawal Peristiwa Pembunuhan (TP3) Enam Laskar FPI menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa, 9 Maret 2021. Di antaranya anggota yang hadir adalah Amien Rais dan Abdullah Hehamahua.

    "Betul, baru selesai jumpa Presiden di istana," ujar Abdullah lewat pesan singkat, Selasa, 9 Maret 2021.

    Amien Rais sebelumnya menyebut, surat permintaan audiensi dilayangkan kepada Presiden Jokowi sejak 4 Februari lalu. Dia berujar, tim ingin menyampaikan temuan-temuannya kepada Jokowi terkait peristiwa penembakan terhadap laskar FPI di Tol Jakarta - Cikampek KM 50.

    "Bahkan kami sudah mengupayakan semacam usulan, kalau kita bisa bertemu itu sebuah jalan tengah, win-win solution," kata Amien Rais melalui konferensi pers secara daring pada Sabtu, 6 Maret 2021

    Baca: 3 Polisi yang Terlibat Unlawful Killing Laskar FPI Diberhentikan Sementara

    Dalam konferensi pers secara daring itu, surat kedua untuk Jokowi dibacakan oleh anggota TP3, Marwan Batubara.

    "Kami meyakini bahwa Presiden Republik Indonesia telah menunjukkan sikap yang tidak berkenan dan tidak mampu atau unwilling dan unable, untuk menuntaskan kasus pembunuhan tersebut yang menurut pengamatan dan keyakinan kami merupakan pelanggaran HAM berat. Kami tetap akan melakukan perjuangan untuk memperoleh keadilan bagi para korban sesuai dengan Pancasila dan Undang-undang yang berlaku," bunyi surat kepada Jokowi.

    Peristiwa penembakan terhadap enam laskar FPI terjadi pada 7 Desember 2020. Sebanyak dua laskar tewas karena diduga terlibat bentrok dan beradu senjata api dengan anggota kepolisian. Sementara penembakan empat laskar lainnya dinyatakan Komnas HAM sebagai unlawfull killing. Namun, keluarga korban dan TP3 membantah bahwa laskar FPI memiliki senjata api.

    DEWI NURITA | M YUSUF MANURUNG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.