Menkes Tinjau Vaksinasi Covid-19 untuk 3 Ribu Lansia di Manado

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pos pelayanan program vaksinasi Covid-19 drive thru di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Maret 2021. Tempo/M Yusuf Manurung

    Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pos pelayanan program vaksinasi Covid-19 drive thru di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Maret 2021. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi kelompok lanjut usia atau lansia di Auditorium Universitas Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, pada Jumat, 5 Maret 2021.

    Pelaksanaan vaksinasi di Unsrat ini diikuti 8.000 orang. Dari hasil skrining, vaksinasi diberikan kepada 3.000 lansia dengan target pelaksanaan selama 1 hari.

    “Saya sangat terharu karena banyak lansia yang antusias datang ke sini untuk mengikuti vaksinasi,” kata Budi Gunadi dalam keterangannya, Jumat, 5 Maret 2021.

    Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi ini merupakan rangkaian dari program Vaksinasi Nasional Covid-19 bagi 181,5 juta penduduk Indonesia dengan target pelaksanaan selama 1 tahun.

    Pemerintah telah menetapkan sasaran prioritas penerima vaksin Covid-19. Pada tahap kedua ini, pemberian vaksin diprioritaskan bagi 38,5 juta tenaga pelayanan publik. Karena mereka memiliki interaksi dan mobilitas tinggi sehingga rentan terpapar Covid-19. “Tahap kedua yang harus diutamakan adalah lansia karena diantara 100 orang, lebih dari 50 orang yang fatal,” katanya.

    Budi juga mengingatkan seluruh masyarakat bahwa pondasi penting agar terhindar dari penularan Covid-19 adalah perubahan perilaku masyarakat menjadi lebih sehat. “Yang paling penting harus ada perubahan perilaku untuk mengurangi penularan pandemi ini dengan menerapkan protokol kesehatan 3M,” kata Menkes.

    Budi menegaskan, vaksinasi tidak menjamin seseorang terhindar dari penularan Covid-19. Sebab, pemberian vaksin berfungsi untuk memberikan kekebalan bagi tubuh, sehingga ketika sakit maka sakitnya lebih ringan. "Kehati-hatian berperilaku harus terus kita jalankan. Yang pasti vaksin mengurangi risiko kita tertular,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto