GAMKI Bantah Jadi Penyelenggara KLB Partai Demokrat di Deli Serdang

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Forum Pendiri Partai Demokrat Hencky Luntungan (kedua kanan) menyampaikan keterangan pers terkait perkembangan masalah internal partai mereka di Jakarta, Sabtu, 27 Februari 2021. Delapan anggota Forum Pendiri Partai Demokrat mendesak partai tersebut mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mengatasi ragam persoalan internal partai, salah satunya adalah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mereka nilai kurang mampu dalam memimpin partai. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    Anggota Forum Pendiri Partai Demokrat Hencky Luntungan (kedua kanan) menyampaikan keterangan pers terkait perkembangan masalah internal partai mereka di Jakarta, Sabtu, 27 Februari 2021. Delapan anggota Forum Pendiri Partai Demokrat mendesak partai tersebut mengadakan Kongres Luar Biasa (KLB) untuk mengatasi ragam persoalan internal partai, salah satunya adalah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mereka nilai kurang mampu dalam memimpin partai. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

    TEMPO.CO, Jakarta-Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) membantah menjadi pelaksana acara pertemuan kongres luar biasa atau KLB Partai Demokrat dan dihadiri Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko di Hotel The Hill, Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara pada Kamis-Sabtu, 4-6 Maret 2021.

    Dugaan keterlibatan GAMKI dalam KLB Partai Demokrat sempat dilontarkan oleh Kepala Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat Andi Arief lewat cuitan di akun Twitternya. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat GAMKI Willem Wandik mengatakan telah menelusuri dan mengkonfirmasi informasi tersebut kepada Dewan Pimpinan Daerah GAMKI Sumatera Utara.

    "Dapat kami tegaskan bahwa DPD GAMKI Provinsi Sumatera Utara ataupun DPC GAMKI se-Sumatera Utara tidak melaksanakan kegiatan ataupun pertemuan apapun di Hotel The Hill Sibolangit, Deli Serdang pada tanggal 4-6 Maret 2021," kata Willem dalam keterangan tertulis, Kamis, 4 Maret 2021.

    Willem, yang juga politikus Partai Demokrat, mengatakan tengah membentuk tim pencari fakta untuk menelusuri apakah ada oknum yang membawa-bawa nama GAMKI dalam mempersiapkan pertemuan di Hotel The Hill Sibolangit, Deli Serdang. 

    Menurutnya, GAMKI bertindak jika terbukti ada orang yang mengaitkan organisasi dalam urusan internal organisasi lainnya. "Kami dari DPP GAMKI akan melakukan langkah organisasi ataupun langkah hukum lainnya secara tegas dan terukur," ucap Willem.

    Willem pun meminta agar tak ada pihak yang mengaitkan GAMKI dengan polemik Partai Demokrat. Ia berujar fungsionaris pengurus atau anggota GAMKI memang diberikan kebebasan, hak berdemokrasi, dan hak berpolitik secara pribadi untuk terlibat dalam organisasi masyarakat atau partai politik.

    Namun, kata dia, GAMKI memiliki kebijakan untuk tak ikut campur dalam urusan internal organisasi lain, baik ormas maupun partai politik yang sedang berpolemik dan inkonsitusional. "GAMKI adalah organisasi yang independen dan tidak terafiliasi kepada partai politik ataupun organisasi mana pun," ucap Willem.

    Andi Arief sebelumnya mengatakan rencana kudeta partai oleh sebagian kader dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko bukan desas-desus. Andi mengatakan tim Demokrat menemukan rencana kegiatan kudeta diduga bakal digelar di Hotel The Hill, Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.

    Menurut Andi, tim Demokrat telah sampai di lokasi dan meminta informasi kepada resepsionis. Namun disebutkan bahwa tak ada kegiatan atas nama KLB Partai Demokrat. "Tetapi yang ada kegiatan GAMKI yang dilaksanakan selama tiga hari, Kamis, Jumat, dan Sabtu," kata Andi lewat cuitan di akun Twitternya, Kamis, 4 Maret 2021.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI

    Baca Juga: Rachland Sebut Nama Moeldoko yang Ingin Mendongkel Kepengurusan Demokrat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto