Sekjen Kemensos: Perusahaan Penyedia Bansos Diminta Uang Operasional Juliari

Reporter

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Hartono (paling kiri) menjadi saksi di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Rabu 3 Maret 2021. ANTARA/Desca Lidya Natalia

TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Sosial Hartono menyebut ada uang operasional ke mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dari pengadaan bansos sembako COVID-19. "Yang saya tahu Adi Wahyono menyampaikan ke saya langsung ada untuk operasional menteri," kata Hartono di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu.

Hartono bersaksi untuk dua orang terdakwa yaitu untuk Harry Van Sidabukke yang didakwa menyuap Juliari senilai Rp1,28 miliar dan Ardian Iskandar Maddanatja yang didakwa memberikan suap senilai Rp1,95 miliar terkait penunjukan perusahaan penyedia bansos sembako COVID-19.

Adi yang dimaksud adalah Adi Wahyono yang merupakan Kabiro Umum Sekretariat Jenderal Kemensos sekaligus Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Satuan Kerja Kantor Pusat Kemensos tahun 2020 dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan bansos sembako COVID-19.

"Adi tidak cerita cuma berapa, dia mengatakan ada beberapa perusahaan yang memberikan untuk operasional, cuma saya tidak tahu jumlahnya," ungkap Hartono.

"Saudara pernah dengar Rp10 ribu per paket?" tanya jaksa penuntut umum (JPU) KPK M Nur Azis. "Seingat saya tidak," jawab Hartono.

Baca: Dirjen Kemensos Sebut Tak Ada Pengumuman Pendaftar Penyedia Bansos Covid-19

Dalam dakwaan disebutkan Juliari Batubara memerintahkan dua anak buahnya yaitu Adi Wahyono dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Matheus Joko Santoso untuk menarik Rp10 ribu per paket bansos sembako COVID-19.

"Adi kan tukang ngomong ke mana-mana, selain sama saya, tidak tahu dia bicara ke siapa lagi," ungkap Hartono.

"Saudara terima juga?" tanya jaksa. "Tidak," jawab Hartono.

Namun Hartono mengaku pernah ada beberapa calon vendor sembako yang meminta ikut sebagai perusahaan penyedia sembako.

"Ada juga yang datang minta ke saya, relatif banyak, lalu saya teruskan. Pak Adi Wahyono sebagai KPA juga menyampaikan ke kami bahwa ada beberapa vendor diminta uang operasional," ucap Hartono menambahkan.

Atas pernyataan Adi tersebut, Hartono meminta agar Adi berhati-hati.

"Saya sampaikan hati-hati dalam bekerja jangan bekerja tidak sesuai dengan aturan yang ada," ungkap Hartono.

Hartono juga menyebut pernah audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Untuk pengadaan bansos termin I senilai Rp3,42 triliun periode Maret-Mei 2020. "Audit BPKP karena memang ada permintaan Kemensos yang dimulai untuk tahap I-IV dan ditemukan adanya kemahalan yang berkaitan dengan sembako sekitar Rp70 miliar," tutur Hartono.

Atas temuan itu sebagian perusahaan lalu telah mengembalikan harga. Kemensos menetapkan paket bansos yang disalurkan adalah senilai Rp300 ribu dan bila dipotong dengan biaya penyaluran dan goodybag maka total paket nilainya menjadi Rp270 ribu.






Terpopuler Bisnis: Pengemudi Ojol Bakal Terima Bansos, Inflasi Pangan Terjaga

14 jam lalu

Terpopuler Bisnis: Pengemudi Ojol Bakal Terima Bansos, Inflasi Pangan Terjaga

Berita terpopuler ekonomi bisnis sepanjang Minggu, 25 September 2022 antara lain tentang bansos berupa BLT UMKM yang bakal diterima pengemudi ojol.


Ojol Bakal Terima BLT UMKM Rp 1,2 Juta Mulai Oktober, Apa Saja Syaratnya?

1 hari lalu

Ojol Bakal Terima BLT UMKM Rp 1,2 Juta Mulai Oktober, Apa Saja Syaratnya?

Selain pengemudi ojol, nelayan juga turut menjadi sasaran penerima bansos berupa BLT UMKM yang akan cair mulai bulan Oktober mendatang.


Wagub Pastikan BLT BBM dari Anggaran Pemprov Jawa Barat Hanya untuk Nelayan, Kenapa?

6 hari lalu

Wagub Pastikan BLT BBM dari Anggaran Pemprov Jawa Barat Hanya untuk Nelayan, Kenapa?

Wagub Jabar memastikan BLT dari anggaran provinsi untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM hanya akan diberikan pada nelayan. Ini sebabnya.


Ojol Sebut Bansos BBM dari Sri Mulyani Tak Kunjung Cair, Kemenkeu Beri Penjelasan

6 hari lalu

Ojol Sebut Bansos BBM dari Sri Mulyani Tak Kunjung Cair, Kemenkeu Beri Penjelasan

Kementerian Keuangan memberikan penjelasan ihwal bansos bagi para pengemudi ojol dalam menghadapi kenaikan harga BBM yang tak kunjung terealisasi.


Deretan Kritik BLT BBM: Tidak Merata hingga Seperti Obat Bius

7 hari lalu

Deretan Kritik BLT BBM: Tidak Merata hingga Seperti Obat Bius

Di samping manfaat yang dirasakan oleh berbagai pihak, ada pula banjir kritik yang diberikan oleh berbagai pengamat atau ekonom terhadap BLT BBM ini.


CekFakta #174 BBM Naik, Waspada Hoaks Soal Bansos

8 hari lalu

CekFakta #174 BBM Naik, Waspada Hoaks Soal Bansos

Isu harga BBM naik dan kebijakan bansos dari pemerintah memicu hoaks beranak secara luas.


Cara Cek Penerima BLT BBM Lewat cekbansos.kemensos.go.id Beserta Syaratnya

9 hari lalu

Cara Cek Penerima BLT BBM Lewat cekbansos.kemensos.go.id Beserta Syaratnya

Berikut cara cek penerima bansos BLT BBM 600 ribu rupiah beserta syaratnya melalui situs cekbansos.kemensos.go.id


Kemensos Bakal Bagikan BLT Khusus Yatim Piatu hingga Lansia pada Desember 2022

10 hari lalu

Kemensos Bakal Bagikan BLT Khusus Yatim Piatu hingga Lansia pada Desember 2022

Bantuan ini, kata Risma, dianggarkan setelah Kemensos mendapat dana tambahan sebesar Rp400 miliar dari Kementrian Keuangan.


Mensos Risma Klaim Sudah Salurkan BLT BBM ke 12,7 Juta Kepala Keluarga

10 hari lalu

Mensos Risma Klaim Sudah Salurkan BLT BBM ke 12,7 Juta Kepala Keluarga

Pemerintah bakal memberikan BLT BBM sebesar Rp600 ribu untuk enam bulan kepada 20,65 juta keluarga kurang mampu.


Sri Mulyani Bilang Driver Ojol Dapat Bansos, Asosiasi: Tak Ada Informasi

11 hari lalu

Sri Mulyani Bilang Driver Ojol Dapat Bansos, Asosiasi: Tak Ada Informasi

Pengemudi ojek online memprotes ketidakjelasan mengenai penyaluran subsidi atau bansos.