Gunung Merapi 12 Kali Luncurkan Guguran Lava hingga Jam 6 Sore Hari Ini

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Merapi dua kali meluncurkan dua kali awan panas guguran pada Selasa pagi, 2 Maret 2021. Kredit: BPPTKG

    Gunung Merapi dua kali meluncurkan dua kali awan panas guguran pada Selasa pagi, 2 Maret 2021. Kredit: BPPTKG

    TEMPO.CO, Jakarta - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat sebanyak 12 kali guguran lava ke luar dari Gunung Merapi selama periode pengamatan pada Rabu, 3 Maret 2021, mulai pukul 00.00 sampai pukul 18.00 WIB.

    Kepala BPPTKG Hanik Humaida melalui keterangan resminya di Yogyakarta, Rabu malam, 3 Maret 2021, menyebutkan bahwa delapan guguran lava pijar pertama tercatat pada periode pengamatan pukul 00.00 sampai 06.00 WIB dengan jarak luncur maksimum 1.500 meter ke arah barat daya.

    Empat guguran lava berikutnya terpantau selama pengamatan pukul 06.00 sampai 12.00 WIB ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimum 800 meter.

    Sementara selama pengamatan pukul 12.00 sampai 18.00 WIB, BPPTKG tidak mencatat adanya guguran lava.

    Berdasarkan data kegempaan terakhir, gunung itu mengalami 20 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-36 mm selama 12-97 detik, dan dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 5-15 mm selama 16-22 detik.

    Hingga kini BPPTKG masih mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

    Guguran lava dan awan panas Gunung Merapi diperkirakan bisa berdampak ke wilayah sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.

    Saat terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi diperkirakan dapat menjangkau daerah dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung.

    ANTARA

    Baca juga: Awan Panas Gunung Merapi Meluncur Sejauh 1.900 meter


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.