Pernah Positif Covid-19, Presiden PKS Ajak Penyintas Donor Plasma Konvalesen

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyampaikan pidato politik saat Musyawarah Nasional (Munas) V PKS di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Ahad, 29 November 2020. Agenda Munas V PKS membahas arah kebijakan partai lima tahun ke depan dan ikrar pengurus DPP PKS 2020-2025. ANTARA/M Agung Rajasa

    Presiden PKS Ahmad Syaikhu menyampaikan pidato politik saat Musyawarah Nasional (Munas) V PKS di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Ahad, 29 November 2020. Agenda Munas V PKS membahas arah kebijakan partai lima tahun ke depan dan ikrar pengurus DPP PKS 2020-2025. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera Ahmad Syaikhu mengajak masyarakat penyintas Covid-19 untuk bersedia melakukan donor plasma konvalesen. "Saya meminta saudara-saudara bersedia melakukan donor plasma konvalesen Covid-19," kata Syaikhu dalam keterangannya, Selasa, 2 Maret 2021.

    Syaikhu mengaku pernah mengalami Covid-19 bersama beberapa fungsionaris PKS. Ia menuturkan bahwa donor plasma konvalesen merupakan salah satu upaya yang dinilai efektif untuk memberi dampak baik bagi kesembuhan penderita positif Covid-19. "Semoga bisa menjadi gerakan nasional untuk membantu sesama," katanya.

    Syaikhu memaparkan peningkatan kasus Covid yang terjadi di Indonesia sejak 2 Maret 2020 hingga saat ini. Indonesia menjadi salah satu negara tertinggi tingkat kasus dan jumlah korban meninggalnya di Asia.

    Syaikhu mengingatkan walaupun krisis multidimensi akibat pandemi masih menghantui, tetap harus ada alasan untuk bangkit.

    "Mungkin saja ada seribu alasan yang akhirnya membuat kita pasrah begitu saja dengan keadaan. Tapi tetap harus ada sepuluh ribu alasan bahkan ratusan ribu alasan yang harus membuat kita bangkit," kata dia mengajak donor plasma konvalesen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Fakta Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menuai pro dan kontra.