Setahun Pandemi, Ini 15 Pejabat yang Pernah Positif Corona

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona Covid-19. ANTARA/Shutterstock/am.

    Ilustrasi peneliti berupaya menciptakan vaksin virus corona Covid-19. ANTARA/Shutterstock/am.

    TEMPO.CO, Jakarta – Sederet pejabat negara seperti menteri dan kepala daerah sempat positif Corona selama pandemi berlangsung. Sebagian mengumumkan secara terbuka, namun ada pula nama-nama yang tidak secara langsung menginformasikannya kepada publik.

    Berikut ini 17 nama di antara sederet menteri maupun kepala daerah yang pernah terkonfirmasi positif Covid-19.

    1. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi

    Budi Karya terkonfirmasi positif virus corona pada 15 Maret 2020. Ia sempat dirawat selama 14 hari di rumah sakit rujukan Covid-19, RSPAD Gatot Subroto.

    Kemudian, Budi Karya menjalani perawatan mandiri di rumah dinasnya di Widya Chandra, Jakarta. Perawatan dilalui selama 27 hari. Berbarengan dengan Budi Karya, ada enam pejabat di lingkungan Kementeriannya yang tertular virus corona. Ia baru dinyatakan negatif dari virus setelah dua kali menjalani tes reverse transpranse Polymerase Chain Reaction atau PCR Covid-19.

    2. Mantan Menteri KKP, Edhy Prabowo

    Mantan menteri yang terkerat kasus korupsi ini sempat terkonfirmasi positif Covid-19 pada awal September 2020. Ia kala itu dirawat di ruang intensive care unit atau ICU RSPAD Gatot Subroto.

    Sebelum dibawa ke RSPAD, Edhy dirawat di RS Polri. Pihak KKP, Istana, hingga Satgas Covid-19 tak mengumumkan bahwa Edhy tertular virus corona. Namun pada pertengahan September, staf khusus menteri menyatakan bahwa Edhy telah dinyatakan negatif virus corona berdasarkan hasil tes usap atau swab PCR.

    3. Mantan Menteri Agama Fachrul Razi

    Fachrul Razi dinyatakan positif Covid-19 pada 17 September 2020 berdasarkan hasil tes usap atau tes swab. "Namun alhamdulilah kondisi fisik beliau terpantau baik, tidak ada gejala-gejala mengkhawatirkan," kata Staf Khusus Menteri Agama Kevin Haikal, 21 September 2020. Fachrul menjalani isolasi di rumah sakit nasional dan istirahat. Pada awal Oktober, Fachrul pun dinyatakan telah negatif Covid-19.

    4. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah

    Ida Fauziyah positif Covid-19 pada Desember 2020. Ida secara resmi mengkonfirmasi bahwa  ia perlu menjalani isolasi mandiri dan kondisinya baik. "Sekarang saya melakukan isolasi untuk menghindari penularan," kata Ida, 3 Desember lalu.

    5. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

    Airlangga Hartarto pernah terjangkit Covid-19. Mulanya, Airlangga tidak mengumumkannya kepada publik.

    Ketua Umum Partai Golkar ini baru mengakuinya pada 18 Januari 201, setelah mendonorkan plasma konvalesen pada pencanangan Gerakan Donor Plasma."Ya tentu donor plasma konvalesen itu kan hanya bisa diberikan oleh mereka yang pernah terjangkit Covid," kata Airlangga saat itu.

    6. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno

    Sandiaga Uno dinyatakan positif Covid-19 pada November 2020 saat ia belum resmi masuk ke Kabinet Indonsia Maju. Sandiaga terkonfirmasi positif bersama istrinya, Nur Asia.

    "Setelah Melakukan swab test pada hari ini di kediaman saya, sebagai tindak lanjut atas hasil positif Covid-19 Nur Asia kemarin, ternyata hasilnya menunjukkan saya juga positif Covid-19," kata Sandiaga.  Sandiaga mengatakan kondisinya saat ini sehat dan tanpa gejala, sama seperti istrinya.

    Baca juga: Setahun Pandemi, Ini Kelakar Pejabat Indonesia Soal Corona


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto