Mahfud Md: KPK Jangan Terombang-Ambing Opini

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD dalam Rapat Koordinasi Kesatuan Bangsa 'Penyerahan Hasil Evaluasi dan Rekomendasi Kebijakan Kementerian/Lembaga di Bidang Kesatuan Bangsa' di Jakarta, Rabu, 16 Desember 2020.

    Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD dalam Rapat Koordinasi Kesatuan Bangsa 'Penyerahan Hasil Evaluasi dan Rekomendasi Kebijakan Kementerian/Lembaga di Bidang Kesatuan Bangsa' di Jakarta, Rabu, 16 Desember 2020.

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud Md meminta Komisi Pemberantasan Korupsi tidak terombang ambing oleh opini.

    Dia mengatakan KPK tak perlu menjawab bila dinilai baik atau buruk. “KPK jangan diombang-ambingkan oleh opini, mau dinilai baik atau lebih jelek tak perlu dijawab,” kata Mahfud lewat akun Twitternya, Ahad, 28 Februari 2021.

    Dia mengatakan KPK harus berpijak pada pernyataan pimpinannya sendiri. Pernyataan itu adalah: biar kami dituding lemah atau tidak baik, tapi kami akan berusaha berbuat  baik. “Biar masyarakat berbicara dengan fakta dan data,” kata dia.

    Mahfud Md mengatakan hal tersebut setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah. KPK menetapkan Nurdin menjadi tersangka penerima suap proyek infrastruktur di provinsinya tahun anggaran 2020-2021. Penangkapan ini sempat ramai dibahas di Twitter karena selama ini Nurdin dianggap sebagai pemimpin daerah berprestasi dan antikorupsi.

    Baca juga: KPK Sebut Nurdin Abdullah Terima Rp 5,4 M dari Kontraktor


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.