Ganjar Pranowo Usul Anggaran Rp 3,19 T ke Pusat untuk Tangani Banjir Pantura

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam Vidcon Rakor Penanganan COVID-19.

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam Vidcon Rakor Penanganan COVID-19.

    TEMPO.CO, Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan anggaran Rp 3,19 triliun ke pemerintah pusat untuk penanganan banjir di pesisir Pantai Utara atau Pantura. Usulan itu Ganjar sampaikan kepada Menteri Perencanaan Nasional atau Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.

    Wilayah di Pantura Jawa Tengah yang menjadi perhatian Ganjar membentang dari Pekalongan hingga Pati. "Saya ingin prioritaskan bagaimana penanganan banjir di Pantura. Ini yang paling penting dan mesti segera dibereskan," kata dia pada Rabu, 24 Februari 2021.

    Menurut dia, Pekolangan menjadi daerah prioritas yang harus segera ditangani karena kondisinya cukup parah. "Khusus di Pekalongan pengamat bilang harus cepat ditangani agar tidak tenggelam," ujar Ganjar.

    Kondisi serupa juga terjadi di pesisir Semarang dan Demak. Bahkan ada dua kampung di Desa Bedono Kabupaten Demak yang ditinggal relokasi warganya karena tergerus abrasi. Rob di kawasan tersebut juga telah menyentuh Jalur Pantura.

    Dalam sebulan terakhir dua kali banjir menggenangi Ibu Kota Jawa Tengah tersebut pada 6 dan 23 Februari 2021. Titik-titik lokasi banjir Semarang yang tahun sebelumnya tak terdampak kali ini turut terendam.  

    Selain itu soal banjir, Ganjar Pranowo juga mengusulkan anggaran untuk pengembangan Borobudur di Kabupaten Magelang. Anggaran yang usulkan untuk satu di antara 10 Bali Baru tersebut senilai Rp 1,72 Triliun. Kemudian sektor perumahan tak layak huni untuk mendukung pengentasan kemiskinan sebesar Rp1,4 triliun.
     

    Baca juga: Ganjar Pranowo Merasa Aneh Kantornya Bisa Kebanjiran

     

    JAMAL A. NASHR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.