Gerakan Filantropi dan Sedekah Makin Marak

Reporter:
Editor:

Burhan Sholihin

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi kedermawanan dari Gerakan Jumat Berbagi yang digelar di 105 kota dan kabupaten. Gerakan ini digagas oleh komunitas Employee of Allah dilakukan dengan membagikan makanan kepada 100 ribu orang dan pemeriksaan kesehatan. (Dok. Istimewa)

    Aksi kedermawanan dari Gerakan Jumat Berbagi yang digelar di 105 kota dan kabupaten. Gerakan ini digagas oleh komunitas Employee of Allah dilakukan dengan membagikan makanan kepada 100 ribu orang dan pemeriksaan kesehatan. (Dok. Istimewa)

    TEMPO.CO, Jakarta - Demam kegiatan filantropi atau aksi kedermawanan makin banyak penggemarnya. Bukan hanya tokoh terkenal, selebgram, atau milyuner yang melakukannya tapi juga kalangan orang biasa. Salah satu wujudnya adalah maraknya gerakan sedekah bagi-bagi makanan atau bantuan sembako.

    Artis YouTuber kondang Edho Zhell, misalnya, sudah hampir dua tahun membagi-bagi makanan gratis lewat food truck yang dia juluki Warteg Gratis. Gerakan itu juga digagas banyak kalangan, salah satunya dalah Gerakan Jumat Berkah Nasional yang bagi-bagi makanan di 105 kota.

    Menurut Ketua Panitia Gerakan Jumat Berkah Sonny Abikim, di setiap kota dibagikan 50-400 paket makanan. Paket-paket makanan dan sembako itu diberikan kepada para pencari nafkah di jalanan, kaum dhuafa, anak yatim piatu, penghafal Al Quran, anak-anak ABK, warga lapas, mualaf dan mereka yang membutuhkan.

    "Jumlah penerima manfaat paket ini diperkirakan lebih dari 100.000 (seratus ribu) paket.," kata Sonny, 13 Februari 2021.

    ADVERTISEMENT

    Baca juga: Pemerintah Ubah Bansos Covid-19 dalam Bentuk Sembako Jadi Uang Tunai

    Sebenarnya, sedekah berupa Gerakan Jumat Berkah (GJB) selama ini sudah rutin dilakukan oleh para alumni training Pola Pertolongan Allah (PPA). PPA ini adalah penggagas komunitas Employee of Allah (EOA) yang menjadi penggerak acara ini. Mereka membagikan makanan siap saji, kebutuhan dapur dan sehari-hari (sembako), buah-buahan, uang tunai, logam mulia, terapi gratis dan lain sebagainya. Ternyata, GJB mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat, sehingga terhitung mulai 12 Februari dijadikan gerakan Nasional, Gerakan Jumat Berkah Nasional (GJBN).

    Sonny menambahkan, “Hari ini kami memulai gerakan ini dari 105 kota dan kabupaten dan akan terus kami gulirkan sehingga gerakan ini semakin meluas dan bisa menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Kami ingin mengajak sebanyak mungkin orang terlibat dalam kegiatan sedekah makanan dan bantuan sembako.

    Baca juga: Luncurkan Bantuan Tunai, Jokowi: Buat Beli Sembako, Jangan Dipakai Beli Rokok

    Demam filantropi itu juga menjalar ke berbagai organisasi dan kalangan. Ananda Efraldo adalah salah satu yang terinspirasi gerakan bagi-bagi makanan. Pemuda lulusan Univeristas Trisakti itu menggagas program serupa di kampungnya, Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur.

    "Awalnya hanya mengajak tetangga untuk bersedekah dan berbagi makanan atau bantuan sembako di masjid kami. Tapi, ternyata jumlah infaqnya berlebih, sehingga kami bisa salurkan ke 3-4 masjid lainnya," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.